Internasional

Perang Rusia Ukraina "Makan Korban" Tetangga RI: Australia

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
31 May 2022 15:30
This handout photo taken on January 26, 2022 by the Australian Defence Force shows the Australian flag flying on board the HMAS Adelaide as the ship arrives in Nuku'alofa, Tonga, carrying disaster relief and humanitarian aid supplies following the January 15 eruption of the Hunga Tonga-Hunga Haapai underwater volcano nearby. (Photo by CPL Robert Whitmore / Australian Defence Force / AFP) / -----EDITORS NOTE --- RESTRICTED TO EDITORIAL USE - MANDATORY CREDIT Foto: AFP/CPL ROBERT WHITMORE

Jakarta, CNBC Indonesia - Bukan hanya Belanda yang jadi "korban" serangan Rusia-Ukraina. Tetangga RI yakni Australia sepertinya juga akan mendapatkan dampak buruk perang.

Ini terkait kebijakan larangan impor gas Rusia yang diberlakukan negara-negara Eropa sebagai sanksi serangan Moskow ke Ukraina. Hal tersebut diyakini membawa Australia dalam bencana.


Pasalnya, Benua Biru mulai membidik suplai gas Negeri Kangguru. Itu diyakini membuat pasokan dalam negeri Canberra terancam.

Dalam sebuah analisa, analis dari Credit Suisse, Saul Kavonic, menyatakan Eropa kemungkinan besar akan mengambil banyak pasokan dari Australia. Diketahui, Rusia sebelumnya memasok hingga 40% kebutuhan gas negara itu.

"Eropa mengambil semua volume cadangan LNG di luar sana dan setiap kapasitas regas LNG terapung cadangan. Jadi tidak ada kapasitas cadangan regas yang tersisa untuk Australia," kata Kavonic dikutip Reuters, Selasa (31/5/2022).

Meskipun Australia adalah pengekspor LNG terbesar di dunia, ladang gas utamanya jauh dari Sydney dan Melbourne dan kota-kota besar lainnya di tenggara. Sebagian besar produksinya gas itu pun terikat pada kontrak dengan pengguna Asia.

Regulator persaingan Australia sebelumnya memperingatkan bahwa dengan situasi ini, tanpa impor LNG, pasar tenggara akan menghadapi kekurangan dari musim dingin 2024.

"Yang lebih memprihatinkan adalah bahwa pada tahun 2026 atau 2027, kami memperkirakan kekurangan di seluruh pantai timur," Komisaris Komisi Konsumen dan Persaingan Australia Anna Brakey mengatakan pada konferensi di bulan Maret.

Sementara itu, Eropa sendiri saat ini disebut-sebut berusaha mengambil unit penyimpanan terapung dan regasifikasi (FSRU) yang diperlukan untuk mengubah LNG menjadi gas. Terbaru, perusahaan penyedia FSRU Hoegh telah mengumumkan dua komitmen FSRU untuk utilitas Jerman RWE.

Negara-negara Eropa sendiri hingga saat ini masih berniat untuk menghentikan aliran gas yang biasa didapatkan dari Moskow. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk perlawanan terhadap langkah Rusia yang menyerang tetangganya, Ukraina.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Warga Mesir Teriak! Harga Pangan Makin Mencekik Kala Ramadan


(sef/sef)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading