Tahan Harga BBM & Listrik, Sri Mulyani Kucurkan Rp 520 T

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
31 May 2022 11:15
Sri Mulyani dalam keterangan pers terkait hasil sidang kabinet paripurna, Jakarta, (5/7/2021). (Dok: Tangkapan layar Youtibe Setpres RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah harus menanggung dana sebesar Rp 520 triliun untuk subsidi bahan bakar minyak (BBM) dan listrik serta kompensasi yang diberikan kepada PT Pertamina persero dan PT PLN persero yang telah menahan kenaikan harga.

"Kami meminta persetujuan DPR untuk tambah anggaran subsidi dan kompensasi nilainya diperkirakan Rp 520 triliun," ungkap Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat Rapat Paripurna DPR, Selasa (31/5/2022)


Langkah tersebut, kata Sri Mulyani dibutuhkan untuk menahan laju inflasi yang merangkak naik dan menjaga daya beli masyarakat yang baru pulih dari pandemi covid-19.

"Inflasi domestik berpotensi tentu bisa lebih tinggi apabila kenaikan harga komoditas global sepenuhnya di passthrough ke harga domestik," jelasnya

"Namun potensi transmisinya tingginya harga komoditas tersebut dapat kami redam dengan konsekuensi biaya subsidi dan kompensasi yang melonjak sangat tinggi untuk pertahankan harga BBM, LPG dan listrik dalam negeri," tegas Sri Mulyani.

Pemerintah juga menambah penyaluran bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat yang terdampak. Sehingga pemulihan ekonomi tertap terus berlanjut diikuti ketahanan daya beli masyarakat.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Subsidi BBM Bengkak, APBN 2022 Ditambah Jadi Rp 3.106 T


(mij/mij)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading