Ada 'Harta Karun' Baru di RI, 2 Miliar Ton Emas Dekat Bali

News - Tim Redaksi, CNBC Indonesia
30 May 2022 10:35
FILE - In this Aug. 12, 2015, file photo, Environmental Protection Agency contractors repair damage at the site of the Gold King mine spill of toxic wastewater outside Silverton, Colo. The Environmental Protection Agency had no rules for working around old mines when the agency inadvertently triggered the massive spill from the Colorado mine that polluted rivers in three states, government investigators said Monday, June 12, 2017. (AP Photo/Brennan Linsley, File)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia menyimpan beragam 'harta karun' yang memiliki nilai jual fantastis. 'Harta karun' yang dimaksud adalah sumber daya mineral seperti emas, nikel, tembaga, timah hingga mineral logam tanah jarang (LTJ) atau rare earth element.

Yang terbaru, Indonesia berhasil mengidentifikasi adanya temuan emas sebanyak 2 miliar ton di dekat Bali yakni Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui oerusahaan pertambangan emas yakni PT Sumbawa Timur Mining (STM) selaku pemilik Wilayah Izin Usaha Pertambangan di Kecamatan Hu'u, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat.

PT Sumbawa Timur Mining ini memperkirakan, potensi tembaga dan emas di wilayah tersebut luar biasa. Hingga Desember 2021, perusahaan mencatat bahwa wilayah ini memiliki total potensi sumber daya mineral Tertunjuk sebesar 1,1 miliar ton, dari jumlah itu rinciannya 0,96% Cu (Tembaga) dan 0,58 g/t Au (Emas) dan total potensi sumber daya mineral Tereka sebesar 1,0 miliar ton terdiri dari 0,7% tembaga dan 0,4 g/t emas.


Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan dengan perkiraan potensi sumber daya mineral yang telah diumumkan pada Desember 2019 lalu. Pada saat itu, perusahaan mengumumkan total potensi sumber daya mineral Tertunjuk sebesar 0,76 Miliar ton dengan rincian 0,93% tembaga dan 0,56 g/t emas dan total potensi sumber daya mineral Tereka sebesar 0,96 miliar ton dengan 0,87% tembaga dan 0,44 g/t emas

Perkiraan potensi sumber daya mineral Onto per Desember 2021 meningkatkan sebesar 0,4 Miliar ton. Atau setara dengan peningkatan sebesar lebih 20% dibandingkan dengan per Desember 2019.

Presiden Direktur STM, Bede Evans mengatakan perkiraan potensi sumber daya mineral terbaru ini memperkuat optimisme perusahaan bahwa sumber daya mineral Onto memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut, terutama untuk menjadi sebuah operasi pertambangan tembaga kelas dunia.

"Peningkatan potensi sumber daya mineral Onto sebesar 0,4 Miliar ton adalah hasil dari kerja keras dan komitmen tim di Proyek Hu'u selama dua tahun terakhir. Perkiraan terbaru ini juga telah memberikan optimisme bagi para pemegang saham STM dan seluruh tim STM," kata dia dalam konferensi pers yang dikutip, Sabtu (23/4/2022).

STM sendiri telah melakukan kegiatan eksplorasi di dalam kawasan KK Proyek Hu'u sejak 2010. Perkiraan potensi sumber daya mineral yang diumumkan hari ini adalah hasil dari analisa 74 lubang pemboran, dengan total kedalaman 74.130 meter yang dibor ke dalam potensi sumber daya mineral Onto.

Menurut Bede pengeboran akan terus dilanjutkan pada 2022 dan seterusnya, untuk mendukung studi lebih lanjut guna menentukan ukuran, luas dan karakteristik potensi sumber daya mineral Onto. Selain itu juga untuk memberikan data yang lebih lengkap untuk digunakan dalam berbagai studi teknik Proyek Hu'u.

Sampai saat ini, secara total, STM telah menyelesaikan 108 lubang bor dengan total kedalaman 115.591 meter di dalam kawasan KK di Onto dan prospek lain sejak eksplorasi dimulai pada tahun 2010.

"Meskipun kami sangat gembira dengan pengumuman peningkatan dalam perkiraan potensi sumber daya mineral Onto, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk mempelajari berbagai faktor teknis, lingkungan, sosial dan finansial sebagai bagian dari tahapan studi kelayakan yang sedang berlangsung," kata dia.

Untuk diketahui, potensi sumber daya mineral Onto merupakan bagian dari Proyek Hu'u milik STM yang merupakan pemegang Kontrak Karya (KK) generasi ke-7 yang ditandatangani Pemerintah pada 19 Februari 1998, berlokasi di Kecamatan Hu'u, Kabupaten Dompu dan Bima, Nusa Tenggara Barat. Saham STM secara mayoritas dimiliki oleh Vale S.A. (80%), melalui Eastern Star Resources Pty Ltd, dan sisanya dimiliki oleh PT Antam Tbk (20%).

Koordinator Mineral Pusat Sumber Daya Mineral Batu Bara dan Panas Bumi Badan Geologi Kementerian ESDM, Moehammad Awaluddin tak menampik atas temuan dari Sumbawa Timur Mining itu. Ia bilang, temuan sumber daya emas tersebut berada di titik endapan emas, yang mana secara model tipe endapan ini mempunyai peluang yang cukup besar pada sumber daya ke depan.

"Sehingga memungkinkan total potensi sumber daya emasnya bisa mencapai 2 miliar ton," ungkap Awaluddin.

Awaluddin juga bilang, bahwa potensi tersebut bisa ditambang. Paling tidak, penambangan emas itu bisa dilakukan melalui penambangan bawah tanah.

"Jadi memang kalau perusahaan nantinya terkait dengan penambangan ini mungkin perencanaannya di bawah tanah, karena kajian-kajian yang dilakukan sejauh ini berkaitan dengan hidrologi, panas bumi dan geoteknik untuk memastikan operasi penambangannya," ungkap dia.

Sementara itu, dari sisi NTB secara lebih luas mengacu data Badan Geologi, tercatat juga sumber daya lain selain emas dan tembaga. Yakni terdapat juga perak, timbal besi, mangan dan pasir besi. "Jadi NTB memang cukup kaya terkait dengan komoditi pertambangan," ungkap dia.

Adapun selain di Onto, NTB ini, Awaluddin mencatat masih ada daerah lain yang memiliki kandungan sumber daya mineral logam. Hal itu karena daerah NTB merupakan pertemuan antara dua lempeng yakni lempeng India dan Eurasia.

Daerah lain yang di maksud adalah Kepulauan Sekotong, Lombok Barat dan Lombok Timur. "Sebagian memang baru tahap eksplorasi dan sebagian melakukan operasi produksi seperti yang dilakukan PT Amman Mineral Nusa Tenggara di Batu Hijau. Dan itu tipenya sama emas dan tembaga porfiri," tandas Awaluddin.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Yakin! Ada 'Harta Karun' 2 Miliar Ton Emas Di Seberang Lombok


(pgr/pgr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading