Edaran Terbit, Ini yang Wajib Diwaspadai Soal Cacar Monyet

News - Tim Redaksi, CNBC Indonesia
30 May 2022 09:45
Telapak tangan pasien kasus cacar monyet dari Lodja, sebuah kota yang terletak di dalam Zona Kesehatan Katako-Kombe, terlihat selama penyelidikan kesehatan di Republik Demokratik Kongo pada tahun 1997. (via REUTERS/CDC)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Kesehatan merilis pedoman terkait hal yang perlu dilakukan untuk mencegah penularan penyakit cacar monyet atau monkeypox yang dalam beberapa waktu terakhir cukup mengkhawatirkan.

Otoritas kesehatan melalui Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit meminta seluruh jajarannya dan masyarakat secara luas untuk mewaspadai penyakit cacar monyet yang memang umumnya terjadi di Afrika Tengah dan Afrika Barat.


Mengutip laman resmi Kementerian Kesehatan, Senin (30/5/2022), monkeypox adalah penyakit virus zoonosis alias virus yang ditularkan dari hewan ke manusia yang dipercaya dapat sembuh sendiri.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Maxi Rein Rondonuwu mengemukakan penyakit ini dapat bersifat ringan dengan gejala yang berlangsung selama 2-4 minggu, namun bisa berkembang menjadi berat, bahkan kematian.

"Penularan kepada manusia terjadi melalui kontak langsung dengan orang ataupun hewan yang terinfeksi, atau melalui benda yang terkontaminasi oleh virus tersebut," kata Maxi, dikutip melalui keterangan resmi, Seni.

Dalam edaran tersebut, ada sejumlah gejala yang wajib diwaspadai. Berikut gejala-gejala yang dimaksud:

  • Sakit kepala
  • Demam akut di atas 38,5 derajat celcius
  • Limfadenopati (pembesaran kelenjar getah bening)
  • Nyeri otot/Myalgia
  • Sakit punggung
  • Asthenia

Seseorang di negara non endemis yang mengalami satu atau lebih dari gejala-gejala di atas yang disertai dengan ruam akut yang tidak bisa dijelaskan, dikategorikan sebagai suspek berdasarkan definisi operasional Monkeyprox yang dikeluarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Adapun seseorang dapat dikategorikan sebagai probable jika memiliki satu atau lebih dari sejumlah kriteria sebagai berikut:

1. Memiliki hubungan epidemiologis (paparan tatap muka, termasuk petugas kesehatan APD), kontak fisik langsung dengan kulit atau lesi kulit, termasuk kontak seksual, atau kontak dengan benda yang terkontaminasi seperti pakaian, tempat tidur atau peralatan pada kasus probable atau konfirmasi pada 21 hari sebelum timbul gejala

2. Riwayat perjalanan ke negara endemis monkeyprox pada 21 hari sebelum timbulnya gejala

3. Hasil uji serologis orthopoxvirus menunjukkan positif namun tidak mempunyai riwayat vaksinasi smallpox ataupun infeksi

4. Dirawat di rumah sakit karena penyakitnya


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Alert! WHO Sebut Wabah Cacar Monyet Semakin Menggila


(cha/cha)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading