Internasional

G7 Capai Kesepakatan Soal Batu Bara, Tak Lagi Andalkan Rusia?

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
27 May 2022 19:28
KTT G7.

Jakarta, CNBC Indonesia - Negara anggota Kelompok Tujuh (G7) telah mencapai perjanjian konkret tentang pentahapan pengurangan pembangkit listrik tenaga batu bara dan memperluas produksi energi terbarukan.

Kesepakatakan ini disampaikan oleh Menteri Lingkungan Jerman Steffi Lemke pada Jumat (27/5/2022), sebagaimana dikutip oleh media Jerman, RTL/NTV, dan diterjemahkan oleh Reuters, Jumat (27/5/2022).


Janji ini akan menandai komitmen pertama dari G7 untuk berhenti menggunakan energi berbahan bakar batu bara, di mana penggunaannya perlu berkurang jika dunia ingin menghindari dampak terburuk dari perubahan iklim.

"Ada deklarasi dan perjanjian yang sangat konkret untuk perluasan energi terbarukan, tetapi juga misalnya untuk menghapus batu bara," kata Lemke.

Lemke juga mengatakan komunike terakhir dari pertemuan G7 selama tiga hari di Berlin pada pekan ini juga akan mencakup penekanan yang kuat pada melindungi keanekaragaman hayati dan melawan polusi plastik.

Lemke berbicara ketika Jerman menjadi tuan rumah pembicaraan para menteri energi, iklim, dan lingkungan negara anggota G7. Forum ini diadakan dengan latar belakang biaya energi dan kekhawatiran pasokan bahan bakar yang dipicu oleh perang Rusia di Ukraina.

Konflik telah memicu perebutan di antara beberapa negara untuk membeli lebih banyak bahan bakar fosil non-Rusia dan membakar batu bara untuk memotong ketergantungan mereka pada pasokan Rusia.

Hal ini tentu meningkatkan kekhawatiran bahwa krisis energi dapat merusak upaya untuk memerangi perubahan iklim. Tetapi Jerman mengatakan telah menemukan bahan bakar fosil alternatif tidak akan mengorbankan tujuan lingkungan.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Target Masih Mini, Pemerintah Pantau COD Pembangkit EBT


(tfa/luc)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading