Internasional

George Soros Minta Putin Dikalahkan Secepat Mungkin

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
25 May 2022 17:00
FILE PHOTO: Soros Fund Management Chairman George Soros speaks during a panel discussion at the Nicolas Berggruen Conference in Berlin, October 30, 2012. REUTERS/Thomas Peter/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Miliarder dan investor kakap dunia George Soros meminta Barat mengalahkan Presiden Rusia Vladimir Putin secepat mungkin. Ini, tegasnya, adalah cara terbaik "melestarikan" peradaban yang bebas.

Hal itu ditegaskannya di sela-sela sesi makan malam Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Swiss, Selasa (24/5/2022). Pria 91 tahun itu percaya serangan Rusia ke Ukraina adalah sebuah kesalahan.


"Mengalahkan Putin sesegera mungkin, itulah intinya," tegasnya, dikutip Reuters.

"Gencatan senjata tidak bisa dicapai karena dia (Putin) tidak bisa dipercaya. Semakin lemah Putin, semakin tidak terduga dia," tambahnya.

Ia menyebut perang Ukraina sebagai bagian dari "perjuangan yang lebih luas antara masyarakat terbuka" melawan "masyarakat tertutup". Bukan hanya Rusia tapi ia juga merujuk China.

"Rezim represif sekarang sedang berkuasa dan masyarakat terbuka dikepung. Hari ini China dan Rusia menghadirkan ancaman terbesar bagi masyarakat terbuka," katanya lagi.

"Saya tidak bisa memprediksi hasilnya, tapi Ukraina pasti punya peluang bertarung," tegasnya.

Sebelumnya di kesempatan sama, ia berujar konflik Rusia dan Ukraina merupakan awal dari Perang Dunia 3 (World War 3/PD III). Uni Eropa (UE), kata dia, dibuat untuk mencegah hal-hal semacam itu.

Serangan Rusia ke Ukraina telah terjadi sejak 24 Februari. Ini telah menewaskan ribuan orang, membuat jutaan orang kehilangan tempat tinggal dan menimbulkan kekhawatiran akan konfrontasi paling serius antara Rusia dan AS sejak Krisis Rudal Kuba 1962.

Soros bukanlah seorang figur biasa. Ia adalah manajer dana lindung nilai legendaris yang mendapatkan ketenaran dengan bertaruh melawan pound pada tahun 1992.

Ia memainkan peran untuk menjatuhkan kebijakan Bank Sentral Inggris. Ini menguras habis devisa milik London yang akhirnya tak mampu lagi mengatur laju mata uang pound.

Dalam beberapa jam saja, pound terdevaluasi 15%. Soros berhasil mengantongi keuntungan sebesar US$ 1 miliar atau Rp 14 triliun dalam pertempuran itu.

Pada saat Krisis Moneter melanda Indonesia dan negara Asia lainnya pada 1997-1998, George Soros diduga menjadi dalang. Hal ini diungkapkan mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Muhammad yang menyebut bahwa krisis itu disebabkan perusahaan hedge fund miliknya yang membuat mata uang negara-negara Asia terguncang.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Nah Lo! George Soros Singgung Perang Dunia 3, Sudah Dekat?


(sef/sef)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading