Subsidi Pertalite Hingga Listrik, Sri Mulyani Cairkan Rp46 T

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
24 May 2022 11:10
Pengendara motor mengatre untuk mengisi bahan bakar Pertalite di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) kawasan Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (17/9/2020). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, per April 2022, pihaknya sudah menggelontorkan Rp 46,45 triliun untuk subsidi energi. Besarnya subsidi agar harga pertalite hingga listrik tak naik.

Realisasi tersebut mencakup subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) yang mencapai Rp 34,8 triliun atau sudah mengalami kenaikan hingga 50% dibandingkan April 2021 yang hanya mencapai Rp 23,2 triliun. Selanjutnya, penggelontoran subsidi listrik sebesar Rp 11,6 triliun.


"Kenaikan harga komoditas berdampak terhadap meningkatnya beban subsidi BBM dan LPG. Realisasi BBM dan LPG sampai April 2022 sudah mencapai 44,8% dari pagu APBN 2022," jelas Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita edisi Mei 2022, dikutip Selasa (24/5/2022).

Adapun kompensasi BBM Rp 18,1 triliun telah dibayarkan untuk memenuhi kewajiban pemerintah atas penugasan penyediaan pasokan BBM dalam negeri.

Lonjakan penyaluran subsidi, kata Sri Mulyani juga disebabkan adanya kenaikan ICP, percepatan pencairan kurang bayar subsidi energi dan peningkatan volume penyaluran barang bersubsidi.

"Untuk belanja subsidi di jalur perlinsos cukup besar lonjakannya karena konsekuensi dari harga-harga (naik)," tuturnya.

Sementara itu, realisasi penyaluran subsidi untuk BBM yakni solar dan minyak tanah sebanyak 4,1 juta kiloliter, LPG tiga kilogram sebanyak 1,9 juta kilogram dan 38,4 juta pelanggan listrik bersubsidi.

Kemudian untuk subsidi non energi penyaluran pupuk mencapai 3 juta ton, debitur KUR sebanyak 2,7 juta, kredit KUR sebanyak Rp 125,6 triliun dan subsidi perumahan sebanyak 38.400 unit.

"Secara keseluruhan, penyaluran Subsidi pada April 2022 mencapai Rp 56,62 triliun, Rp 46,45 triliun untuk subsidi energi dan Rp 10,16 triliun untuk kurang bayar tahun sebelumnya," jelas Sri Mulyani.

Seperti diketahui, demi menjaga daya beli masyarakat dari meningkatnya harga minyak dunia, pemerintah dan DPR telah menyepakati untuk menambah alokasi subsidi energi sebesar Rp 74,9 triliun. Terdiri dari Rp71,8 triliun untuk subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG dan Rp3,1 triliun untuk subsidi listrik tahun ini.

Sementara itu, untuk kompensasi BBM dan LPG diperhitungkan mencapai Rp 274 triliun. Penambahan belanja energi tersebut akan diambil dari tambahan penerimaan negara yang diproyeksi mencapai sebesar Rp 429 triliun di tahun ini. Di mana outlook penerimaan negara dipatok menjadi sebesar Rp 2.266,2 triliun.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

APBN Terjepit, Tak Usah Gagah-gagahan Subsidi Semua Barang!


(cap/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading