Ada Minyak Goreng Murah Cuma Rp14.000, Tapi Cepet Banget Raib

News - redaksi, CNBC Indonesia
24 May 2022 06:55
Pekerja mengisi minyak goreng curah bersubsidi ke dalam jerigen di pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Senin (23/5/2022). Operasi pasar tersebut menyediakan minyak goreng curah subsidi sebanyak 8000 liter dengan harga Rp 14.000 per liter atau Rp 15.500 per kilogram untuk mencukupi kebutuhaan masyarakat. (CNBC Indonesoa/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah mengeluarkan jurus baru terkait minyak goreng (migor). Melalui program MigorRakyat.

Dengan menunjukkan KTP, rakyat bisa membeli minyak goreng curah Rp4.000 per liter. Maksimal 2 liter per hari.

Alhasil, minyak goreng ini pun langsung diserbu.


Menurut Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, pihaknya bersama BUMN dan pelaku usaha, terus memperluas akses penjualan minyak goreng curah melalui program Migor Rakyat.

"Program Migor Rakyat ini dalam implementasi akan menggunakan teknologi aplikasi digital dan tersinkronisasi secara nasional," jelasnya.

"Setiap orang dapat membeli minyak goreng curah 1-2 liter per hari dengan menunjukkan KTP. Saat ini sudah tersedia lebih dari 2.000 titik dan dalam waktu dekat terjangkau 10.000 titik," kata Lutfi.

Lutfi mengatakan, sejak pelarangan sementara ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/ CPO) diberlakukan mulai 28 April 2022, pemerintah bersama BUMN dan swasta terus melakukan upaya demi ketersediaan dan keterjangkauan minyak goreng di masyarakat.

Cepat Raib

Adalah Saiful, pedagang di Pasar Lokbin Muria Dalam. Satu-satunya warung yang ikut menyalurkan minyak goreng Rp14.000 per liter.

"Padahal Jumat kemarin itu katanya baru mau gladiresik. Tidak tahu dapat info dari mana, ketika 10 jerigen minyak sampai di gerai saya, tiba-tiba banyak sekali pengunjung yang datang untuk membeli minyak sampai saya syok sangking ramainya," ujar Saiful kepada detikcom, Minggu (20/05/2022).

Pembeli, ujarnya, terus berdatangan hingga waktunya Jumatan

Bahkan, dia mengaku nyaris tidak bisa berangkat salat Jumat.

"Bahkan ketika itu saya nyaris tidak bisa keluar untuk salat Jumat. Akhirnya saya putuskan untuk diberhentikan saja. Karena saya sangat kewalahan dan pembeli lain juga jadi tidak terlayani," kata Saiful.

Pekerja mengisi minyak goreng curah bersubsidi ke dalam jerigen di pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Senin (23/5/2022). Operasi pasar tersebut menyediakan minyak goreng curah subsidi sebanyak 8000 liter dengan harga Rp 14.000 per liter atau Rp 15.500 per kilogram untuk mencukupi kebutuhaan masyarakat. (CNBC Indonesoa/ Tri Susilo)Foto: Minyak goreng curah bersubsidi ke dalam jerigen di pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Senin (23/5/2022). (CNBC Indonesoa/ Tri Susilo)
Pekerja mengisi minyak goreng curah bersubsidi ke dalam jerigen di pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Senin (23/5/2022). Operasi pasar tersebut menyediakan minyak goreng curah subsidi sebanyak 8000 liter dengan harga Rp 14.000 per liter atau Rp 15.500 per kilogram untuk mencukupi kebutuhaan masyarakat. (CNBC Indonesoa/ Tri Susilo)

Saiful mengatakan bahwa hal tersebut yang menyebabkan ia mengajukan negosiasi jumlah jeriken yang semula 10 jeriken per hari menjadi 5 jerigen.

"Satu jerigen besar atau jeriken kuning itu isinya 20 liter. Kalo jeriken putih atau yang lebih kecil itu 18 liter. Katakanlah kemarin yang datang jerigen besar, jadi ada sekitar 200 liter yang harus saya jual atau setara dengan 100 KTP. Bisa dibayangkan, saya tidak kuat melayaninya," ujar Saiful.

Saiful menambahkan, bahwa minyak sebanyak itu tentu ludes terjual. Hanya saja dirinya kesulitan karena tenaga kerja yang terbatas.

"Sebetulnya kalau tempatnya luas dan SDM memadai, dalam sejam pun semua minyak itu pasti ludes terjual," ujar Saiful.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Jokowi Sentil Keras, Keterlaluan Krisis Migor Tak Kelar-Kelar


(dce/dce)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading