Internasional

Rusia Mengintai, Negara Ini Bakal Dipersenjatai Seperti NATO?

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
23 May 2022 19:56
U.S. Defense Secretary James Mattis, in black dress shoes, walks with U.S. Army leaders across a NATO logo as he arrives at Resolute Support headquarters, in Kabul, Afghanistan Monday, April 24, 2017.  (Jonathan Ernst/Pool Photo via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kekhawatiran Eropa akan meluasnya serangan Rusia selain ke Ukraina meningkatkan kewaspadaan sejumlah negara. Bahkan, ada negara yang diusulkan untuk dipersenjatai lebih dini.

Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss mengatakan negara Moldova harus "dilengkapi dengan standar NATO" untuk membantunya menjaga dari ancaman serangan Rusia.


Kepada Telegraph, Truss mengatakan negaranya dan sekutu tengah melangsungkan pembicaraan mengenai bagaimana membantu negara-negara kecil, lokasinya tidak jauh dari Rusia dan Ukraina, untuk mempertahankan diri.

"Saya ingin melihat Moldova dilengkapi dengan standar NATO," kata Truss, dikutip oleh BBC International, Senin (23/5/2022). "Ini adalah diskusi yang kami lakukan dengan sekutu kami."

Saat ditanya apakah itu karena Rusia dianggap menimbulkan ancaman keamanan bagi Moldova, Truss mengiyakan.

"Tentu saja. Maksud saya, Putin telah jelas tentang ambisinya untuk menciptakan Rusia yang lebih besar... dan hanya karena usahanya untuk merebut Kyiv tidak berhasil, tidak berarti dia mengabaikan ambisi itu," jawabnya.

Moldova, yang pernah menjadi republik Soviet, terletak di perbatasan barat daya Ukraina. Meski tidak berbagi perbatasan dengan Rusia, tetapi dekat dengan beberapa wilayah yang saat ini diduduki oleh pasukan Rusia di selatan Ukraina. Moldova sendiri bukan anggota NATO.

Moldova, salah satu negara termiskin di Eropa, adalah rumah bagi banyak etnis Ukraina dan telah menampung lebih dari 437.000 pengungsi dari perang. Negara itu berpenduduk sekitar 2,6 juta.

Perlu diketahui, Presiden Moldova Maia Sandu sangat pro-Uni Eropa, tetapi pendahulunya Igor Dodon, yang masih memiliki banyak pendukung, adalah pro-Rusia. Rusia pun tercatat mendukung separatis yang menguasai wilayah Transnistria dan memiliki sekitar 1.500 tentara di sana.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

NATO Tambah Pasukan Di Eropa Timur


(tfa/luc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading