Internasional

Riset Pandemi: Miliuner Nambah 1, Orang Miskin Nambah Jutaan!

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
23 May 2022 16:30
A Palestinian girl walks next to a donkey carte loaded with rocks in a slum on the outskirts of Khan Younis Refugee Camp, in the southern Gaza Strip, Wednesday, Nov. 25, 2020. Israel's blockade of the Hamas-ruled Gaza Strip has cost the seaside territory as much as $16.7 billion in economic losses and caused its poverty and unemployment rates to skyrocket, a U.N. report said Wednesday, as it called on Israel to lift the 13-year closure. (AP Photo/Khalil Hamra)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah data riset baru menunjukkan bahwa seiring dengan penambahan jumlah miliuner saat Covid-19, jumlah warga dunia yang jatuh ke dalam jurang kemiskinan pun makin bertambah. Bahkan, jumlah pertambahan penduduk miskin ini bisa mencapai jutaan.

Dalam riset yang dibuat oleh lembaga amal Oxfam disimpulkan bahwa seorang miliarder baru muncul setiap 30 jam selama pandemi Covid-19. Di sisi lain, hampir satu juta orang bisa jatuh ke dalam kemiskinan ekstrem pada tingkat yang hampir sama pada tahun 2022.


Kemiskinan akibat pandemi ini, menurut Oxfam, juga akan diperparah oleh kenaikan harga pangan akibat Perang Rusia-Ukraina.

"Diperkirakan 263 juta orang dapat didorong ke tingkat kemiskinan ekstrem pada tahun 2022 karena pandemi, meningkatnya ketidaksetaraan global, dan kenaikan harga pangan yang diperburuk oleh perang di Ukraina. Itu setara dengan hampir satu juta orang setiap 33 jam," kata Oxfam dalam KTT Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Senin (23/5/2022) dikutip CNBC International.

Tak hanya dari jumlah miliuner, jumlah kekayaan orang-orang terkaya dunia pun mengalami kenaikan. Oxfam mengatakan kekayaan miliarder makanan dan energi naik US$ 453 miliar dalam dua tahun terakhir, setara dengan US$ 1 miliar setiap dua hari.

Direktur eksekutif Oxfam International, Gabriela Bucher, meminta agar setiap miliuner, terutama yang hadir dalam KTT Davos itu, untuk berhenti merayakan kekayaan yang mereka peroleh dan mulai memikirkan banyaknya warga yang jatuh miskin.

"Pandemi dan sekarang kenaikan tajam harga pangan dan energi, sederhananya, menjadi keuntungan bagi mereka," katanya.

"Sementara itu, kemajuan puluhan tahun dalam kemiskinan ekstrem sekarang terbalik dan jutaan orang menghadapi kenaikan yang mustahil dalam biaya untuk bertahan hidup," tambah Bucher.

Lebih lanjut, Oxfam juga mengusulkan agar pemerintah dunia mengenakan pajak solidaritas kepada para miliuner yang disebutkan mengalami 'rejeki nomplok' itu. Badan itu juga mengusulkan pajak permanen untuk mengendalikan kekayaan ekstrim, kekuatan monopoli, dan emisi karbon tinggi yang disebut dihasilkan oleh orang super kaya.

"Pajak kekayaan tahunan mulai dari 2% pada jutawan dan 5% pada miliarder dapat menghasilkan $2,52 triliun per tahun. Itu akan cukup untuk mengangkat 2,3 miliar orang keluar dari kemiskinan, membuat cukup vaksin untuk populasi global," tegas lembaga itu.

"Ini juga serta memberikan perawatan kesehatan universal dan perlindungan sosial bagi mereka yang tinggal di negara berpenghasilan rendah dan menengah ke bawah."


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

DKI Pimpin Tambahan Kasus Terbanyak hari ini, Ini Datanya!


(sef/sef)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading