Internasional

Gempar Cacar Monyet Mewabah, Apa Gejala & Seberapa Bahaya?

News - sef, CNBC Indonesia
23 May 2022 06:33
Telapak tangan pasien kasus cacar monyet dari Lodja, sebuah kota yang terletak di dalam Zona Kesehatan Katako-Kombe, terlihat selama penyelidikan kesehatan di Republik Demokratik Kongo pada tahun 1997. (via REUTERS/CDC)

Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Kesehatan di Eropa, Amerika Serikat (AS) dan Australia kini tengah sibuk dengan wabah baru. Bukan Covid-19 melainkan monkeypox (cacar monyet) yang ditemukan baru-baru ini.

Di Eropa, wabah ini ditemukan di Inggris, Spanyol, Portugal, Prancis, Italia, Swedia dan Jerman. Mengutip CNBC International, khusus Inggris, kasus sudah ditemukan sejak 7 Mei dan kini terdapat 20 kasus terkonfirmasi.


Cacar monyet sendiri adalah penyakit langka yang disebabkan oleh virus bagian dari keluarga yang sama dengan cacar, meskipun biasanya tidak terlalu parah. Umumnya penyakit ini muncul di Afrika Tengah dan Barat.

Virus pertama kali terdeteksi pada monyet penangkaran pada tahun 1958. Kasus manusia pertama tercatat pada tahun 1970.

Penyakit ini sebenarnya menghilang empat dekade, sampai muncul lagi di 2017. Hingga Mei 2022, 450 kasus telah dilaporkan di negara tersebut.

Kasus di luar Afrika secara historis kurang umum. Biasanya terkait dengan perjalanan internasional atau hewan impor.

Dalam laporan terbaru yang dirangkum CNBC Indonesia, ada 13 negara melaporkan kasus. Terbaru, Israel.

Bagaimana seseorang bisa tertular?

Cacar monyet menyebar ketika seseorang melakukan kontak dekat dengan orang lain, hewan atau bahan yang terinfeksi. Virus dapat masuk ke dalam tubuh melalui kulit yang rusak, saluran pernafasan atau melalui mata, hidung serta mulut.

Penularan dari manusia ke manusia paling sering terjadi melalui tetesan pernapasan, meskipun biasanya membutuhkan kontak tatap muka yang lama. Sementara itu, penularan dari hewan ke manusia dapat terjadi melalui gigitan atau cakaran.

Apa gejalanya?

Gejala awal cacar monyet antara lain demam, sakit kepala, nyeri otot, bengkak, dan nyeri punggung. Pasien biasanya mengalami ruam satu sampai tiga hari setelah munculnya demam, sering dimulai pada wajah dan menyebar ke bagian lain dari tubuh, seperti telapak tangan dan telapak kaki.

Ruam, yang dapat menyebabkan gatal parah, kemudian melewati beberapa tahap sebelum legiun berkeropeng dan rontok. Infeksi biasanya berlangsung dua sampai empat minggu dan biasanya hilang dengan sendirinya.

Apakah ada obatnya?

Saat ini belum ada perawatan khusus atau obat untuk cacar monyet. Meskipun sebagian besar kasusnya ringan.

Namun, orang yang dicurigai memiliki virus harus diisolasi. Vaksin cacar disebut terbukti sangat efektif dalam mencegah penyebaran virus ini.

Apakah berbahaya?

Kasus cacar monyet kadang-kadang bisa lebih parah, dengan beberapa kematian telah dilaporkan di Afrika Barat. Namun, otoritas kesehatan menekankan bahwa secara global risikonya sangat rendah.

"Sementara penyelidikan masih berlangsung untuk menentukan sumber infeksi, penting untuk menekankan agar wabah ini tidak menyebar dengan mudah di antara orang-orang dan kontak pribadi yang dekat dengan orang yang terinfeksi," kata Direktur Klinis dan Infeksi Baru di Badan Kesehatan Inggris (UKHSA),Colin Brown.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Asal Usul Penyakit Cacar Monyet yang Kini Disorot WHO


(sef/sef)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading