Internasional

Duh 100 Nuklir AS Dilaporkan "Kelilingi" Rusia, Pertanda Apa?

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
23 May 2022 15:30
The United State flag is silhouetted against the setting sun Sunday, May 28, 2017, in Leavenworth, Kan. (AP Photo/Charlie Riedel)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ratusan senjata nuklir milik Amerika Serikat (AS) dilaporkan telah berada di wilayah sekitar Rusia. Keberadaan senjata mematikan pada saat eskalasi kedua negara meruncing akibat serangan Moskow ke Ukraina.

Dalam laporan media Inggris Express, pakar militer dari James Martin Center for Nonproliferation Studies, Miles A. Pomper dan Vasilii Tuganov, menyatakan bahwa ada ratusan senjata nuklir AS itu berada di negara Eropa yang merupakan anggota NATO.


"Sekitar setengah dari sekitar 200 senjata jarak pendek AS diyakini dikerahkan di lima negara NATO di Eropa," ujar para ahli itu dikutip Senin (23/5/2022).

Secara rinci, keduanya menulis bahwa Pangkalan Udara Volkel di Belanda, Pangkalan Udara Kleine Brogel, di Belgia dan Pangkalan Udara Buchel di Jerman menampung bom gravitasi B61-3 dan B61-4 milik Washington.

"Hal yang sama berlaku untuk pangkalan Ghendi dan Aviano, keduanya di Italia, dan Pangkalan Udara Incirlik di Turki," tambahnya.

Bom nuklir B61 adalah jenis utama bom gravitasi termonuklir AS. Bom itu bahkan lebih merusak daripada bom atom generasi pertama.

Tak hanya di daratan Eropa, keberadaan senjata nuklir ini juga dilaporkan di Inggris. Menurut dokumen anggaran pemerintah AS, RAF Lakenheath di Suffolk ditingkatkan kapasitasnya diduga untuk memberikan kemampuan untuk menyimpan bom nuklir B61-12.

Senjata Washington di wilayah NATO diperkirakan disimpan di ruang bawah tanah pangkalan udara, dengan kode Permissive Action Link (PAL) yang membatasi penggunaannya di AS.

Meskipun diperkirakan ada 100 bom nuklir AS di wilayah NATO hari ini, pada puncak ketegangan Perang Dingin diperkirakan ada 7.300 atau lebih.

Rusia sendiri memanas ke AS dan NATO karena ekspansi pengaruhnya di Eropa Timur. Puncaknya, Kremlin menyerang Ukraina yang ingin bergabung dengan aliansiĀ itu di 24 Februari.

Ketegangan pun masih terjadi pasca Swedia dan Finlandia mengumumkan keinginannya bergabung NATO. Rusia sendiri telah memutus impor energi ke Finlandia sebagai balasan.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Khawatir Serangan "Gila" Rusia, NATO Tambah Pertahanan Nuklir


(sef/sef)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading