'Senjata' Baru Jokowi Benar Ampuh, Harga Minyak Goreng Turun!

News - CNBC Indonesia, CNBC Indonesia
22 May 2022 10:10
Pembeli memilih produk dengan latar minyak goreng kemasan yang dijual di Indomaret, Komplek Bukit Pamulang Indah, Tangerang Selatan, Selasa (10/5/2022). (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan membuka kembali keran ekspor minyak goreng dan bahan bakunya (minyak sawit mentah/ crude palm oil/ CPO) mulai besok, Senin (23/5/2022). Alasannya karena pasokan minyak goreng sudah berlimpah dan harga mulai turun.

Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat, harga minyak goreng curah pada Jumat (20/5/2022) berada di Rp17.000 per liter, sementara minyak goreng kemasan sederhana turun Rp100 jadi Rp23.500 dan kemasan premium turun Rp100 jadi Rp25.900 per liter. Ini adalah rata-rata nasional dibandingkan Kamis (19/5/2022).

Jokowi mengatakan, sebelum larangan ekspor pada bulan April, harga rata-rata nasional minyak goreng curah berkisar kurang lebih Rp 19.800 per liter. Kemudian setelah adanya pelarangan ekspor, harga rata-rata nasional turun menjadi Rp 17.200 sampai Rp 17.600 per liter.


Pemerintah pun memastikan minyak goreng murah Rp 14.000 per liter akan didistribusikan kepada masyarakat lewat pasar-pasar tradisional yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan, Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) akan melakukan percepatan distribusi minyak goreng murah yang akan disiapkan dalam kemasan sederhana.

"Pemerintah menugaskan Bulog untuk mempersiapkan atau menyediakan minyak goreng sebesar 10% dari total kebutuhan minyak goreng curah. Nanti akan disiapkan dalam kemasan sederhana," jelas Airlangga dalam konferensi pers Jumat (20/5/2022).

Kebutuhan minyak goreng curah menurut dia mencapai 194 ribu ton per bulan. "Pelaksanaan kebijakan tersebut untuk didistribusikan dengan harga terjangkau Rp14.000 per liter," ujarnya.

Pengadaan minyak goreng dengan harga Rp 14.000 per liter diharapkan dapat terdistribusi secara merata ke masyarakat. Kendati demikian, Airlangga tak merinci, kapan akan mulai dilakukan pendistribusian minyak goreng murah ini.

"Dan pelaksanaan ekspor produsen akan diawasi ketat dan terintegrasi oleh bea cukai, satgas pangan Polri, kementerian dan lembaga pemerintah dan pengawasan melibatkan Kejaksaan Agung. Pemerintah menindak secara tegas pihak yang menyimpang, baik distribusi dan ekspor, oleh pihak-pihak yang tidak sesuai dengan kebijakan dan ketentuan yang ada," kata Airlangga.

Terbukanya kembali keran ekspor CPO dan produk turunannya, kata Airlangga akan diikuti dengan upaya tetap menjamin ketersediaan bahan baku minyak goreng dengan penerapan aturan kebutuhan domestik (domestic market obligation/ DMO) dan harga berlaku domestik (domestic price obligation/ DPO) untuk minyak sawit


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Batu Bara Sampai Rotan Pernah Bernasib Sama Kayak Sawit...


(fys/dhf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading