Internasional

Simak! WHO Beri Kabar Baru Soal Covid, Pandemi End?

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
19 May 2022 19:28
The logo of the World Health Organization is seen at the WHO headquarters in Geneva, Switzerland, Thursday, June 11, 2009. The World Health Organization held an emergency swine flu meeting Thursday and was likely to declare the first flu pandemic in 41 years as infections climbed in the United States, Europe, Australia, South America and elsewhere. (AP Photo/Anja Niedringhaus)

Jakarta, CNBC IndonesiaOrganisasi Kesehatan Dunia (WHO) kembali memberikan perkembangan terbaru terkait pandemi Covid-19. Hal ini diungkapkan dalam sebuah rilis terbaru berjudul "Pembaruan epidemiologis mingguan tentang Covid-19" yang diposting dalam situs resmi, Rabu (18/5/2022).

Badan kesehatan global itu menyebutkan bahwa perkembangan Covid-19 secara mingguan mulai Maret hingga tanggal 15 Mei berada dalam kondisi yang cukup stabil. Tercatat, hanya terjadi kenaikan kasus sebanyak 1% pada sepekan tanggal 9 hingga 15 Mei bila dibandingkan minggu sebelumnya.


"Jumlah kematian mingguan baru terus menurun, dengan lebih dari 9000 kematian baru dilaporkan selama periode yang sama, mewakili penurunan 21% dibandingkan dengan minggu sebelumnya," tulis keterangan itu dikutip Kamis.

Secara jumlah penularan dan kematian, jumlah tertinggi kasus mingguan baru dilaporkan dari Amerika Serikat (AS) dengan 605.547 kasus baru dalam sepekan, lalu China dengan 389.901. Jerman mencatat 376.959 kasus baru, sementara Australia 332.451 kasus dan Jepang dengan 279.620 kasus baru.

"Jumlah kematian mingguan baru tertinggi dilaporkan dari AS (1849 kematian baru; -27%), Italia (765 kematian baru; -16%), Federasi Rusia (724 kematian baru; -21%), Brasil (689 kematian baru; +1%), dan Prancis (590 kematian baru; -19%)," tambah WHO.

Meski begitu, WHO juga membahas mengenai subvarian baru Omicron yang terus mengalami kenaikan infeksi di negara-negara yang melaporkan kemunculan jenis virus itu.

"Hingga saat ini, BA.4 telah terdeteksi di 20 negara (1 333 sekuens yang dikirimkan ke GISAID), BA.5 telah terdeteksi di 19 negara (757 sekuens), dan BA.2.12.1 telah terdeteksi di 38 negara (21711 sekuens)," tulis data itu.

Lebih lanjut, WHO mengingatkan bahwa meski situasinya semakin stabil, masih ada tantangan yang perlu dihadapi dalam mengakhiri pandemi. Salah satunya adalah potensi timbulnya Variant of Concern (VOC) yang dapat berpengaruh kepada penanganan pandemi.

Walau begitu, WHO tak akan tinggal diam. Beberapa langkah dilakukan salah satunya dengan pengujian di air limbah.

"Sumber utama bukti tentang kejadian infeksi SARS-CoV-2 di lokasi geografis mana pun adalah pengujian sampel saluran pernapasan bagian atas."

"Namun, dalam peningkatan jumlah pengaturan di seluruh dunia, program pengawasan Covid-19 rutin telah melengkapi pengujian diagnostik dengan lingkungan skala komunitas surveilans (ES) SARS-CoV-2 dalam sampel air limbah," tutur WHO.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kronologis Skandal WHO: dari Jepang, Filipina dan Rasisme


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading