Wah! Tahan Harga BBM-Listrik, PLN & Pertamina Tekor Triliunan

News - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
19 May 2022 16:10
Pengendera antre mengisi bahan bakar minyak (BBM) di rest area Km 294B, Jalan Tol Pejagan-Pemalang,Tegal, Jawa Tengah.  PT Pertamina (Persero) saat ini menyiapkan fasilitas pengisian BBM tambahan selama arus mudik lebaran 1443 H, hal itu untuk mengantisipasi kepadatan arus mudik 2022. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Lonjakan harga energi dunia memberikan tekanan pada kondisi keuangan PT PLN (Persero) dan PT Pertamina (Persero). Sebab, kenaikan harga ini tak disesuaikan dengan kondisi dalam negeri.


Di mana keduanya harus tetap menahan harga BBM dan listrik seperti semula meskipun kenaikan harga minyak dunia sudah di atas US$ 100 per barel. Sedangkan di APBN 2022 hanya sebesar US$ 63 per barel.

"Maka tak heran arus kas operasional Pertamina dari Januari Konstanly negatif, sebab Pertamina harus menanggung perbedaan (harga) dan dia harus impor bahan bakar maka bayarkan dalam bentuk dolar. Ini sebabkan kondisi keuangan Pertamina menurun," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam rapat Banggar, Kamis (19/5/2022).

Hal ini tak jauh berbeda dengan kondisi keuangan PT PLN. Sebab, PLN juga tak menaikkan tarif listrik terutama untuk kelas bawah meskipun harga batu bara sebagai bahan utamanya melonjak.

Kemenkeu. (Tangkapan layar)Foto: Kemenkeu. (Tangkapan layar)
Kemenkeu. (Tangkapan layar)

Ia merinci, untuk Pertamina defisit keuangannya sudah tercatat mencapai US$ 12,98 miliar. Sedangkan PLN diperkirakan defisit neraca keuangannya bisa mencapai Rp 71,1 triliun.

"Saat ini PLN dan Pertamina karena sudah Mei jelang Juni dengan adanya defisit operasional ini meminjam dan sebabkan cost of fund dalam situasi meningkat, tentu nggak dalam situasi favorable maka dari itu kami coba untuk sampaikan (tambahan anggaran)," jelasnya.

Adapun tambahan anggaran untuk subsidi energi di tahun ini disampaikan sebesar Rp 74,9 triliun, sehingga totalnya menjadi 208,9 triliun dari sebelumnya hanya Rp 134 triliun di APBN 2022. Tak hanya itu, juga disampaikan tambahan anggaran untuk kompensasi energi sebesar Rp 216,1 triliun.

Kemenkeu. (Tangkapan layar)Foto: Kemenkeu. (Tangkapan layar)
Kemenkeu. (Tangkapan layar)


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Harga Pertalite Tak Naik, Sebesar Ini Nomboknya Pertamina


(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading