Ekspor Produk Nikel di April Anjlok 37%, Kenapa?

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
17 May 2022 15:45
A worker uses the tapping process to separate nickel ore from other elements at a nickel processing plant in Sorowako, South Sulawesi Province, Indonesia March 1, 2012. REUTERS/Yusuf Ahmad

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) RI mencatat ekspor produk olahan nikel pada April 2022 mencapai US$ 357,4 juta atau turun 37,25% dibandingkan Maret 2022 (month to month/ mtm).

Kepala BPS Margo Yuwono menyebut, penurunan nilai ekspor produk nikel tersebut juga dipicu adanya penurunan ekspor nikel dari sisi volume yakni turun 55,37% menjadi 29,9 ribu ton pada April 2022.

"Untuk nikel secara nilai tercatat US$ 357,4 juta, turun 37,25%. Sedangkan untuk volume month to month (mtm) turun 55,37% atau volume tercatat 29,9 ribu ton. Untuk nikel, baik volume dan nilai di April month to month menurun," paparnya saat konferensi pers, Selasa (17/05/2022).


Margo mengakui dirinya tak tahu pasti penyebab turunnya ekspor produk nikel pada April 2022 ini. Namun menurutnya biasanya salah satunya karena adanya penurunan permintaan.

"Faktornya karena lebih ke permintaan biasanya. Apakah ada persoalan produksi dalam negeri, saya gak paham," ujarnya.

Kendati demikian, secara keseluruhan, ekspor Indonesia pada April 2022 tercatat menembus rekor tertinggi sepanjang sejarah RI merdeka.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia pada April 2022 melampaui US$ 27 miliar naik 47,76% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/yoy).

Salah satu pendorong utama lonjakan ekspor adalah pertambangan yang mencapai US$ 6,41 miliar atau tumbuh 182,48% secara yoy dan 18,58% secara mtm. Batu bara adalah penyumbang terbesar, sehingga Indonesia bak ketiban durian runtuh.

"Kenaikan harga batu bara karena kenaikan harga," kata Margo.

Meskipun bila dilihat secara volume, ada penurunan volume ekspor batu bara. Tambang lainnya yang memberikan andil adalah biji tembaga di mana ada kenaikan volume ekspor sampai 45,2%.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Harga Tambang Masih Wangi, Ekspor RI Terus Melejit


(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading