Dihadang Sana Sini, Simak Prediksi BI soal Ekonomi RI

News - Cantika Adinda, CNBC Indonesia
13 May 2022 21:07
Bank Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia - Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menyebut bahwa di tengah ketidakpastian yang terjadi, pertumbuhan ekonomi di tanah air diprediksi akan terus tumbuh positif hingga akhir tahun 2022. Bank Indonesia optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun ini bisa tumbuh pada kisaran 4,5% hingga 5,3%.

Destry menjelaskan, pertumbuhan ekonomi pada Kuartal I-2022 yang tumbuh 5,01% (year on year/yoy) telah memberikan harapan untuk perekonomian domestik. Meski demikian, menurut dia, masih ada tiga tantangan utama yang harus diwaspadai otoritas terkait saat ini.

Pertama, normalisasi kebijakan moneter negara maju, dampak pandemi di sektor riil, dan berlanjutnya ketegangan geopolitik Rusia dan Ukraina.

"Dalam menjaga pertumbuhan ekonomi di tanah air, orkestrasi atau kerjasama kebijakan dalam merespon ketidakpastian menjadi kekuatan Indonesia dalam menjawab tantangan," jelas Destry dalam acara peluncuran Buku: Kajian Stabilitas Keuangan No.38 Maret 2022 secara daring, Jumat (13/5/2022).

Secara global, melihat dampaknya terhadap tekanan inflasi yang kuat, membawa bank sentral di berbagai negara melakukan normalisasi yang agresif, dengan menaikkan suku bunga kebijakannya dan mengurangi likuiditas pada sistem keuangan.

Hal tersebut, kata Destry tentu saja memberi ketidakpastian lebih lanjut, dengan semakin terbatasnya aliran modal ke negara berkembang, termasuk Indonesia.

Normalisasi kebijakan yang terlalu prematur, kata dia, akan berisiko bagi pemulihan ekonomi dan sektor keuangan. Namun, apabila terlalu lambat akan berdampak terhadap akselerasi risiko ekonomi makro yang lebih cepat.



Bank Indonesia bersama pemerintah dan otoritas terkait, kata Destry, akan terus berusaha menjaga momentum pemulihan melalui penguatan sinergi dalam bauran kebijakan nasional.

Kebijakan fiskal menjadi penting dalam pemulihan ekonomi, APBN sebagai shock absorber dalam menjaga roda perekonomian dan daya beli, terutama kelompok masyarakat yang paling rentan.

"Kebijakan moneter akan pro stability, kebijakan keuangan hijau, syariah, UMKM akan diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi," jelas Destry. Melalui bauran kebijakan secara terukur, BI akan mengambil langkah normalisasi. Namun tak disebut kapan hal itu akan dilakukan.

"Bank Indonesia akan mengambil normalisasi yang diharapkan tidak tertahannya pemulihan ekonomi," ujarnya.

Kendati demikian, secara perhitungan dan gejolak yang ada saat ini, Bank Indonesia optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun ini bisa tumbuh pada kisaran 4,5% hingga 5,3%.

"Bersyukur dari domestik melihat di Kuartal I-2022, pertumbuhan ekonomi kita yang bisa mencapai 5,01% secara tahunan. Dan hal ini memberikan harapan perbaikan ekonomi dan masih bisa optimis dan dan confidence, perekonomian Indonesia dapat tumbuh di range 4,5% hingga 5,3%," jelas Destry.



[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Simak! Dialog Eksklusif Layanan BI Fast Bank Indonesia


(hsy/hsy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading