Catat! Proyek Migas Milik Grup Bakrie Beroperasi Bulan Ini

News - Verda Nano Setiawan, CNBC Indonesia
13 May 2022 12:55
FILE PHOTO: A pump jack operates in the Permian Basin oil production area near Wink, Texas U.S. August 22, 2018. Picture taken August 22, 2018. REUTERS/Nick Oxford/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) membeberkan bahwa terdapat salah satu proyek migas yang akan on stream di akhir bulan ini. Proyek tersebut termasuk dalam daftar 12 proyek migas yang rencananya ditargetkan beroperasi tahun ini.

Deputi Operasi SKK Migas, Julius Wiratno mengatakan proyek yang telah onstream sejauh ini adalah Proyek Bukit Tua Phase-2B yang dioperasikan oleh Petronas melalui anak usaha, PC Ketapang II Ltd. Proyek ini mempunyai kapasitas produksi 14 ribu barel per hari (BOPD).

Setelah proyek tersebut, maka selanjutnya yang akan onstream di akhir bulan ini adalah proyek Baru Gas Plant Modif to Tenayan Plant milik PT Energi Mega Persada (EMP) Bentu, yang merupakan bagian dari BakrieĀ Group.


"Tenayan Project akan onstream akhir bulan ini. Proyek gas compression untuk supply gas 30 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) ke PLTG Tenayan Pekanbaru, progress sudah lebih dari 90%," ujarnya kepada CNBC Indonesia Jumat (13/5/2022).

Berdasarkan catatan SKK Migas, dari 12 proyek yang akan beroperasi pada tahun ini. Setidaknya terdapat hingga lima proyek yang rencananya mulai berproduksi pada kuartal II.

"Q2 ini akan ada 4 atau 5 proyek lagi, semoga," kata dia.

Adapun kelima proyek yang ditargetkan beroperasi pada kuartal dua ini, diantaranya yakni terdiri atas 1 proyek minyak dan gas yaitu Bukit Tua Phase 2B Petronas Carigali Ketapang II Ltd. serta 4 proyek gas meliputi Hiu Phase 2 Medco E&P Natuna, Jumelai Pertamina Hulu Mahakam, Baru Gas Plant Modif. to Tenayan Plant EMP Bentu, serta OPL South Sembakung JOB PMEP Simenggaris.

Investasi untuk kelima proyek tersebut nilainya mencapai US$ 250,3 juta atau sekitar Rp 3,6 triliun. Adapun kelima proyek itu juga akan memberikan potensi tambahan produksi minyak sebesar 14.000 barel per hari (BOPD) dan gas sebesar 179 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).

Menurut Julius, penyelesaian proyek hulu migas akan memberikan dampak signifikan untuk capaian target lifting migas tahun ini. Apalagi di tengah kenaikan harga minyak mentah dunia yang diperkirakan akan cukup bertahan lama.

Berdasarkan laporan lembaga riset seperti Rystad memperkirakan bahwa harga minyak dunia akan berada di kisaran US$ 80 per barel atau lebih tinggi dibandingkan estimasi awal yang sebesar US$ 60 per barel.

"Momentum harga minyak dunia yang tinggi dimanfaatkan betul oleh SKK Migas dengan mendorong KKKS untuk melakukan investasi yang lebih agresif, serta mendorong KKKS untuk melaksanakan programnya lebih dini di awal tahun," kata Julius.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Hulu Migas Siapkan 58 Kargo LNG di 2022, PLN Siap Serap?


(pgr/pgr)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading