Hati-hati! Gunung Awu Berstatus Siaga, Jauhi Radius 3,5 Km

News - Pratama Guitarra, CNBC Indonesia
12 May 2022 12:26
Gunung Awu (Instagram)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menaikkan status Gunung Awu, Sulawesi Utara dari Level II (waspada) menjadi level III (siaga). Hal ini dikarenakan adanya peningkatan asap kawah yang tercatat pada Rabu (11/5/2022).

Dalam catatan Badan Geologi, pasca peningkatan aktivitas dari Level I (normal) ke Level II (waspada), secara visual gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut.

"Saat cuaca cerah umumnya tidak teramati adanya hembusan gas dari arah kawah, namun pada 11 Mei 2022 pukul 15:00 WITA teramati asap kawah berwarna putih sedang setinggi 30 m di atas puncak," ungkap Badan Geologi sesuai dengan siaran pers yang diterima, Kamis (12/5/2022).


Adapun jenis gempa yang terekam pada periode 1 Januari hingga 10 Mei 2022 terdiri dari: Vulkanik Dangkal, Vulkanik Dalam, Tektonik Lokal, dan Tektonik Jauh. Selama tingkat aktivitas Level II (waspada) rata-rata kejadian jumlah Gempa Vulkanik Dangkal adalah delapan kejadian per hari dan Gempa Vulkanik Dalam lima kejadian per hari.

"Pada 9 Mei 2022 terjadi kenaikan jumlah gempa vulkanik yang signifikan, yaitu 88 kali Gempa Vulkanik Dangkal dan 147 kali Gempa Vulkanik Dalam. Pada 10 Mei 2022 kenaikan jumlah gempa vulkanik semakin signifikan, yaitu 90 kali Gempa Vulkanik Dangkal dan 203 kali Gempa Vulkanik Dalam," terangnya.

Karakteristik erupsi Gunung Awu dapat bersifat magmatik eksplosif, efusif maupun freatik. Erupsi terakhirnya pada Juni 2004 menyisakan kubah lava di dalam kawahnya yang memiliki diameter sekitar 370 meter dan tinggi sekitar 30 meter.

Potensi bahaya Gunung Awu yang mungkin terjadi berupa erupsi magmatik menghasilkan lontaran material pijar dan/atau aliran piroklastik, maupun erupsi freatik yang didominasi uap, gas gunungapi maupun material erupsi sebelumnya. Potensi pembongkaran kubah lava dapat terjadi jika tekanan di dalam sistem magmatik mengalami peningkatan signifikan.

Potensi bahaya lain berupa emisi gas gunungapi seperti CO, CO2, H2S, N2 dan CH4. Gas-gas tersebut dapat membahayakan jiwa jika konsentrasi yang terhirup melebihi nilai ambang batas aman.Potensi bahaya sekunder jika erupsi telah terjadi berupa aliran lahar yang berasal dari material piroklastik yang jatuh di bagian lereng dan terbawa air hujan mengikuti alur-alur sungai yang berhulu dari Gunung Awu.

Pengamatan visual menunjukkan sedikit gejala perubahan berupa kemunculan asap dari kubah dan adanya kenaikan jumlah gempa-gempa gempa-gempa vulkanik yang sangat signifikan, mengindikasikan saat ini sedang terjadi proses peretakan batuan di bawah tubuh G. Awu yang diikuti dengan pergerakan fluida (gas, cairan, padatan batuan) ke permukaan yang lebih dangkal. Nilai energi gempa menunjukkan peningkatan drastis pada periode 9 dan 10 Mei, berkaitan dengan kenaikan jumlah gempa-gempa vulkanik.

"Mengingat karakteristik erupsi Gunung Awu, potensi ancaman bahaya, hasil pemantauan kegempaan, serta antisipasi untuk gejala peningkatan menuju erupsi, maka tingkat aktivitas G. Awu dinaikkan dari Level II (waspada) menjadi Level III (siaga) terhitung sejak tanggal 11 Mei 2022 pukul 24.00 WITA," tandasnya.

Dalam tingkat aktivitas Level III (Siaga), masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak mendekati dan beraktivitas di dalam radius 3,5 km dari kawah puncak Gunung Awu. Masyarakat di sekitar Gunung Awu diharap tetap tenang, tidak terpancing isu-isu mengenai aktivitas Gunung Awu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat harap mengikuti arahan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi berkoordinasi dengan BNPB, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe dalam upaya mitigasi Gunung Awu.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ngeri! Badai Siklon Tropis Ancam 4 Kota Besar Dunia


(pgr/pgr)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading