Harta Karun Super Langka Lapindo Bakal Jor-joran Digarap 2023

News - Pratama Guitarra, CNBC Indonesia
12 May 2022 09:27
Lumpur Lapindo. (CNN Indonesia/Farid/File Foto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Terbukti! Indonesia memang banyak memiliki 'Harta Karun'. Dalam hal ini adalah cadangan sumber daya mineral. Yang terbaru pemerintah melalui Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan bahwa di Lumpur Lapindo, Sidoarjo, Jawa Timur terkandung 'Harta Karun;' berupa mineral kritis yakni Lithium dan Stronsium.

Koordinator Mineral Pusat Sumber Daya Mineral Batu Bara dan Panas Bumi Badan Geologi Kementerian ESDM, Moehammad Awaluddin mengatakan, bahwa kandungan yang ada di Lumpur Lapindo sebenarnya bukan hanya mineral logam tanah jarang atau rare earth element saja.

"Yang ada di Lumpur Lapindo ini adalah Lithium yang memang menjadi salah satu mineral yang dibutuhkan ke depannya terutama untuk baterai listrik," ungkap Awaluddin kepada CNBC Indonesia, Rabu (12/5/2022).


Maka dari itu, kata Awaluddin, pihaknya akan fokus menggarap mineral lithium tersebut. Sebagaimana diketahui, bahwa kegiatan eksplorasi pembuktian adanya lithium sebelumnya sudah terjadi pada tahun 2020. Hanya saja, eksplorasi tersebut kata Awaluddin baru setengahnya saja.

"Secara ke dalaman juga belum optimal, ke depan memang kita akan melanjutkan ini, ditargetkan di tahun mendatang di 2023 untuk secara lebih luas eksplorasinya," ungkap Awaluddin.

Awaluddin kembali membeberkan bahwasanya pihaknya juga akan melakukan kerjasama dalam menggarap lithium ini. Adapun kerjasama itu dimaksudkan untuk melakukan ekstraksi oleh lembaga lain termasuk dari Amerika Serikat (AS) yakni Energy Resources Government Initiative.

Sementara itu, dengan data yang dimiliki oleh Badan Geologi mengenai adanya lithium di Lumpur Lapindo itu, pihaknya tak menampik bahwa banyak badan usaha yang melirik untuk menggarap proyek di Lumpur Lapindo ini. Hanya saja memang, pemerintah belum melaksanakan pembukaan lelang untuk proyek di Lumpur Lapindo ini.

"Untuk mineral logam ini memang secara pengusahaan dilakukan melalui skema lelang, beberapa badan usaha juga mulai melihat ini sebagai suatu peluang. Artinya pemerintah akan mendorong terkait pengembangan ke depan," tandas Awaluddin.

Dalam catatan Kementerian ESDM, kebutuhan lithium untuk pengembangan kendaraan listrik hingga 2030 mencapai 758.693 ton. Jumlah tersebut untuk kebutuhan baterai 2 juta unit mobil listrik dan 13 juta unit motor listrik.

Sementara dari catatan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marinves) unsur logam lithium berpotensi ada daerah Tikus, Bangka Belitung, Hatapang, Pegunungan Tiga Puluh, Aceh dan Sumatera dengan catatan perlu survey lebih terinci.

Lantas, bagaimana dengan status area lumpur Lapindo saat ini? Apakah masih menjadi milik Lapindo Brantas, Bakrie Group, atau sudah dialihkan ke pemerintah?


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Terungkap! Lumpur Lapindo Mengandung Dua 'Harta Karun' Langka


(pgr/pgr)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading