Bali Mulai Ramai Lagi, Jumlah Turis Australia 'Meledak'

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
10 May 2022 17:30
Tourists wearing face masks carry their surfboard at Kuta beach, Bali, Indonesia on Thursday, July 9, 2020. Indonesia's resort island of Bali reopened after a three-month virus lockdown Thursday, allowing local people and stranded foreign tourists to resume public activities before foreign arrivals resume in September.(AP Photo/Firdia Lisnawati)

Jakarta, CNBC Indonesia - Wisatawan Mancanegara sudah kembali memadati Bali. Pelancong luar negeri yang paling banyak berasal dari Australia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Bali, kunjungan wisatawan mancanegara yang datang langsung ke provinsi Bali pada bulan Maret mencapai 14.620, naik ribuan persen dibandingkan bulan sebelumnya sebanyak 1.310 kunjungan.

Menurut Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali I Gusti Agung Ngurah Rai, jumlah wisatawan Australia mendominasi tingkat kedatangan ke pulau dewata.


"Sampai saat ini dari Australia yang paling banyak, karena sudah buka penerbangan langsung dari Perth, Melbourne dengan maskapai Jet Star dan Virgin," kata I Gusti Agung kepada CNBC Indonesia, Selasa (10/5/2022).

Dia menjelaskan wisatawan Australia memang selalu asal negara yang paling banyak berkunjung ke Bali karena beberapa hal. Seperti penerbangan yang lebih murah dan pendek dari Perth ke Bali ketimbang ke daerah wisata dalam negeri kangguru.

"Bali ini memang seperti second home Australia, dari Perth ke Bali ini memang lebih pendek jaraknya dan murah ketimbang dari Western Australia ke daerah Selatan Australia. ini kita targetkan ada 1 juta wisatawan Australia datang ke Bali dan Indonesia di 2022," kata Gusti yang juga menjadi bagian dari tim Percepatan Pemulihan Pariwisata dan Ekonomi Bali.

Namun harapan pengusaha Bali tidak hanya berasal dari wisatawan domestik atau Australia. Melainkan juga dari banyak negara lain di kawasan Asean dan Asia.

"Sekarang jumlah maskapai yang terkonfirmasi mau datang ke Bali sudah 19 dari 10 penerbangan. Visa on Arrival (VOA) juga sudah menjadi 41 negara nanti ditambah menjadi 62 negara," katanya.

Pembukaan pintu penerbangan internasional bagi Pelaku Perjalanan Luar Negeri dan Non Pekerja Migran Indonesia di Bali dimulai pada Februari 2022 lalu. Semenjak itu mulai muncul penerbangan membuka rute dan wisatawan yang berkunjung ke Bali meski jumlahnya masih tidak terlalu banyak.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Finance Track G20 Pindah, Sektor Pariwisata di Bali Khawatir


(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading