Target Jokowi Tahun Depan: Ekonomi RI Tumbuh 5,9%

News - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
28 April 2022 15:35
Pekerja melakukan aktivitas bongkar muat kontainer di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (4/3/2022). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah telah menyusun rancangan APBN 2023. Salah satu isinya yang dimuat adalah asumsi dasar makro yang menjadi acuan perekonomian tahun depan.

Dalam dasar makro 2023 ini, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi yakni 5,3% hingga 5,9%. Jauh di atas target APBN 2022 yang sebesar 5,2%.


Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, target pertumbuhan tinggi ini dipatok pemerintah karena melihat kondisi perekonomian yang terus menunjukkan perbaikan yang cukup kuat. Ini tercermin dari mobilitas yang sudah mulai berjalan hingga sektor industri yakni PMI yang terjaga di atas indikator level 50.

"Dengan kondisi seperti itu maka pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2023 kita harapkan ada di rentang 5,3% sampai 5,9%," ujarnya dalam Musrembangnas 2022, Kamis (28/4/2022).

Menurutnya, target pertumbuhan ini juga sejalan dengan proyeksi dari berbagai lembaga internasional terhadap perekonomian dalam negeri. Dimana untuk perekonomian RI tahun depan diproyeksi sebesar 6% WEO, dan 5,3% oleh WB serta 5,2% oleh Bloomberg.

Dengan pertumbuhan yang kuat ini, maka ia yakin proses konsolidasi fiskal Indonesia akan berjalan dengan baik. Sehingga target defisit di tahun depan kembali di bawah 3% bisa tercapai.

"Kita terus melakukan konsolidasi fiskal dan di 2023 kita arahkan defisit APBN kembali di bawah 3% dari PDB. Hal ini untuk meningkatkan, menjamin kredibilitas Indonesia dalam konteks ekonomi makro dan dalam konteks kesehatan fiskal," kata dia.

Berikut asumsi dasar makro RI tahun 2023:

- Pertumbuhan ekonomi : 5,3%-5,9%

- Inflasi : 2%-4%

- Nilai tukar : Rp 13.800-Rp 15.00

- Suku bunga SUN 10 tahun : 6,65%-7,77%

- Harga minyak mentah RI : US$ 65-US% 75 per barrel

- Lifting minyak : 652-750 ribu barel per hari

- Lifting gas : 1.082-1.195 ribu barel setara minyak per hari


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ekonomi Mulai 'Ngegas', Istana Malah Was-was! Ada Apa?


(cha/cha)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading