Sandang, Pangan, Papan, Naik Semua! Pusing...

News - Maesaroh, CNBC Indonesia
27 April 2022 13:54
Penjual daging sapi di Pasar Rakyat Tamansari, Bogor, Kamis (7/4/2022). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga barang kebutuhan pangan, sandang, hingga bahan bangunan terus merangkak naik dalam sebulan terakhir. Kenaikan harga tersebut dikhawatirkan akan berlangsung lama karena sejumlah faktor. 'Tsunami' inflasi pun bisa menjadi kenyataan pada tahun ini.

Kenaikan harga barang tercermin dari inflasi Maret 2022. Inflasi melejit ke level 0,66% (month on month/MoM), tertinggi sejak Mei 2019 atau hampir tiga tahun. Bila dibandingkan Maret 2021 (year on year/YoY), inflasi Maret tahun ini adalah yang tertinggi sejak April 2020.

Inflasi harga kelompok bergejolak menyentuh 1,99% pada Maret 2022 sementara kelompok administered price mencapai 0,73%. Sementara itu, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) kelompok bangunan/konstruksi pada Maret 2022 secara umum mengalami inflasi sebesar 0,54% dibandingkan Februari 2022.
Kelompok bahan bangunan yang mengalami kenaikan harga pada Maret 2022 antara lain besi beton (naik 0,84%), aspal (naik 1,14%), solar (naik 1,35%), batu pondasi bangunan (naik 0,56%), dan pasir (naik 0,45%).



Kenaikan harga barang diyakini akan terus berlanjut pada April menyusul pemberlakuan kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 10% menjadi 11%, kenaikan harga Pertamax sebesar 38%, serta momen Lebaran. Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPSN) menunjukkan sejumlah harga kebutuhan pokok terus melonjak memasuki minggu ke empat April atau sepekan menjelang Hari Raya Idul Fitri yang diperkirakan jatuh pada 2 Mei mendatang.

Sepanjang bulan ini, harga daging sapi naik 1,7% menjadi Rp 136.800 per kg sementara harga minyak goreng kemasan bermerk 1 naik 3,9% menjadi Rp 26.700 per kg. Pada periode yang sama, daging ayam ras naik 3,6% menjadi Rp 38.950 sementara gula pasir premium meningkat 2,3% menjadi Rp 16.050 per kg.


Lonjakan harga kedelai juga menyebabkan biaya produksi pengusaha tahu tempe naik hingga 50%. Padahal di sisi lain, penjualan diakui turun akibat dampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

"Kami sudah minta kepada Mendag dan akan bantu, agar dibuatkan rilis supaya masyarakat mengerti jika nantinya kami menaikkan harga. Dari saat ini Rp 14.000- 18.000 per kg, jadi Rp20.000 per kg. Itu masih wajar dibanding kenaikan harga daging, telur, dan cabai saat ini," ujar Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) Aip Syarifuddin saat dialog Squawk Box CNBC Indonesia.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI) Redma Gita Wirawasta memperkirakan harga pakaian jadi sudah naik menjelang lebaran karena produsen sudah menambah kenaikan PPN menjadi 11% ke dalam ongkos produksi.


Kenaikan Harga Bisa Dongkrak Inflasi Di atas 5,5%
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading