Kacau! Jokowi Larang Ekspor Harga Sawit Petani Anjlok 60%

News - Damiana Cut Emeria, CNBC Indonesia
26 April 2022 12:20
Panen tandan buah segar kelapa sawit di kebun Cimulang, Candali, Bogor, Jawa Barat. Kamis (13/9). Kebun Kelapa Sawit di Kawasan ini memiliki luas 1013 hektare dari Puluhan Blok perkebunan. Setiap harinya dari pagi hingga siang para pekerja panen tandan dari satu blok perkebunan. Siang hari Puluhan ton kelapa sawit ini diangkut dipabrik dikawasan Cimulang. Menurut data Kementeria Pertanian, secara nasional terdapat 14,03 juta hektare lahan sawit di Indonesia, dengan luasan sawit rakyat 5,61 juta hektare. Minyak kelapa sawit (CPO) masih menjadi komoditas ekspor terbesar Indonesia dengan volume ekspor 2017 sebesar 33,52 juta ton. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pelarangan ekspor bahan baku minyak goreng dan minyak goreng oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 22 April 2022 memicu persoalan baru. Petani mengeluhkan anjloknya harga pembelian tandan buah segar (TBS) kelapa sawi, bahkan hingga 60%.

TBS kelapa sawit menghasilkan minyak sawit/ CPO yang menjadi bahan baku minyak goreng, mentega, juga produk oleokimia lainnya termasuk sabun.

Anjloknya harga bahkan mendorong Kementerian Pertanian (Kementan) menerbitkan surat yang memperingatkan pihak-pihak terkait anjloknya harga TBS sawit petani.


Surat Edaran tertanggal 25 April 2022 itu bertanda tangan Ali Jamil, Plt Dirjen Perkebunan Kementan. Ditujukan kepada gubernur di 21 sentra produksi kelapa sawit nasional.

"Benar SE (Surat Edaran) dari Plt Dirjen Perkebunan," kata Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan Kuntoro Boga Andri kepada CNBC Indonesia, Selasa (26/4/2022) mengonfirmasi bahwa surat tersebut resmi.

Dalam Surat Edaran tersebut dipaparkan laporan dari sejumlah Dinas membidangi perkebunan, petani kelapa sawit (asosiasi petani sawt), serta petugas nilai usaha perkebunan (PUP) dari berbagai provinsi adanya beberapa pabrik kelapa sawit (PKS) yang menetapkan harga beli TBS secara sepihak. Dengan kisaran penurunan Rp300-1.400 per kg.

Kondisi tersebut berpotensi melanggar ketentuan Tim Penetapan Harga Pembelian TBS Pekebun yang diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No 1/2018 tentang Pedoman Penetapan Harga Pembelian Tandan Buah Segar Kelapa Sawit Produksi Pekebun.

"Bisa menimbulkan keresahan, selanjutnya berpotensi menimbulkan konflik petani sawit dengan PKS," kata Ali Jamil dalam poin kesatu surat tersebut, dikutip Selasa 926/4/2022).

Pada poin kedua, surat tersebut menegaskan CPO tidak termasuk ke dalam produk sawit yang dilarang ekspor. Pelarangan ekspor hanya diterapkan kepada RBD Olein (tiga pos tarif) yaitu HS 1511.90.36 (RBD Palm Olein dalam kemasan berat bersih tidak melebihi 25 kg, HS 1511.90.37 (lain-lain, dengan nilai lodine 55 atau lebih tetapi kurang dari 60), dan HS 1511.90.38 (lain-lain).

"Sehubungan dengan poin kesatu, kami mohon bantuan Gubernur mengirimkan surat edaran kepada bupati/ wali kota sentra sawit agar perusahaan di wilayahnya tidak menetapkan hharga beli TBS pekebunn secara sepihak, di luar yang telah ditetapkan oleh Tim Penetapan Harga TBS Tingkat Provinsi. Serta memberi perinngaan atau sanksi bagi perusahaan atau PKS yang melanggar ketentuan Permentan No 01/2018," kata Ali Jamil.

Kondisi Lapangan

Sekjen Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) Mansuetus Darto mengatakan, kondisi di lapangan berbanding terbalik dari pergerakan harga CPO saat ini.

"Dengan harga CPO Rp22,38 juta per ton, seharusnya harga TBS petani itu Rp4.000 per kg. Kan menghitung harga TBS mengacu harga CPO juga. Tapi kondisi saat ini malah merugikan petani. Permainan perusahaan, harga diturunkan," kata Darto kepada CNBC Indonesia, Selasa (26/4/2022).

Bahkan, lanjut dia, Surat Edaran Kementan tidak memiliki dampak apa-apa di lapangan.

"Harga CPO mengalami kenaikan signifikan setelah larangan Presiden. Semestinya petani untung. Tapi aktual lapanngan tidak. Surat sakti Kementan yang semestinya mampu menyelesaikan ini
pun tapi oligarki sawit tidak mengindahkan," tukas Darto.

Ilustrasi Kelapa Sawit (CNBC Indonesia/Rivi Satrianegara)Foto: Ilustrasi Kelapa Sawit (CNBC Indonesia/Rivi Satrianegara)
Ilustrasi Kelapa Sawit (CNBC Indonesia/Rivi Satrianegara)

Berikut harga TBS kelapa sawit yang dihimpun oleh SPKS saat ini:

Di wilayah Tambusai, Rokan Hulu:
- desa Talikoumain harga di agen saat ini Rp2.220
- desa Rantau Kayu Kuning Rp2.220
- desa Surau Tinggi kecamatan Rambah Hilir Rp3.210

Hal senada disampaikan Sekjen Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Rino Afrino.

Menurut Rino, harga TBS sesuai Penetapan Harga TBS Kelapa Sawit Prov Riau No 15 periode 13-19 April 2022 adalah sebagai berikut:

Umur 3 tahun (Rp 2.927,90)
Umur 4 tahun (Rp 3.155,01)
Umur 5 tahun (Rp 3.430,50)
Umur 6 tahun (Rp 3.510,64)
Umur 7 tahun (Rp 3.647,66)
Umur 8 tahun (Rp 3.746,45)
Umur 9 tahun (Rp 3.829,17)
Umur 10-20 tahun (Rp 3.914,47)
Umur 21 tahun (Rp 3.757,90)
Umur 22 tahun (Rp 3.740,17)
Umur 23 tahun (Rp 3.725,40)
Umur 24 tahun (Rp 3.577,69)
Umur 25 tahun (Rp 3.496,44)
Harga CPO Rp 15.921,12
Harga Kernel Rp 13.939,74 naik Rp 48,03 per kg untuk umur 10-20 tahun.

"Makin terpuruk harga kami. Dari rata-rata awal Rp2.500-3.500 anjlok 50 sampai dengan 60% dalam 3 hari ini. Setelah pengumuman Presiden. Walaupun harga CPO naik," kata Rino kepada CNBC Indonesia, Selasa (26/4/2022).

"Surat Edaran Dirjen Perkebunan Kementan belum ada dampaknya," lanjut Rino.

Kesalahan Pemerintah dan Pengusaha

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan, kondisi saat ini adalah kekacauan yang seharusnya tidak terjadi. Akibat kesalahan pemerintah dan pengusaha.

"Harga TBS terlanjur jatuh. Perusahaan hanya pikirkan margin untung memanfaatkan kebijakan pemerintah. Jadi, pengusaha dan pemerintah sama-sama salah," kata Bhima kepada CNBC Indonesia, Selasa (26/4/2022).

Menurut Bhima, anjloknya harga TBS petani adalah reaksi perusahaan sawit mengantisipasi stok bahan baku berlimpah jika larangan ekspor diberlakukan.

"Ketidakjelasan aturan pemerintah juga dimanfaatkan dengan baik oleh para pengepul tandan buah segar. Pemerintah sendiri tidak jelas apakah yang dilarang ekspor CPO atau RBD olein. Alhasil seluruh CPO dianggap oversupply dan pengepul leluasa menekan harga ditingkat petani. Ini juga menjadi bukti bahwa mata rantai sawit yang paling rentan adalah petani atau pekebun rakyat dan buruh tani," kata Bhima.

"Di saat pupuk mahal petani akan jadi sasaran empuk kebijakan pemerintah. Sementara harga minyak gorengnya belum terpantau turun di pasar dan stok curah masih sulit ditemukan," dia menambahkan.

Kondisi saat ini, kata Bhima, harus menjadi pelajaran penting. Dimana komunikasi pemerintah harus clear disertai dengan terbitnya Peraturan Menteri Perdagangan atau aturan teknis.

"Berapa lama penghentian ekspor juga harus jelas sehingga tidak rugikan petani," kata Bhima.

Sementara itu, tradingeconomics mencatat harga CPO di pasar internasional pada perdagangan Selasa, 26 April 2022 sesi siang naik ke level MYR6.400 per ton.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Pak Jokowi, Ekspor Migor Dilarang Petani Sawit yang Kesakitan


(dce/dce)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading