Internasional

Putin Umumkan Kemenangan, Ukraina: Ini Hari-hari Terakhir!

News - Verda Nano Setiawan, CNBC Indonesia
23 April 2022 06:40
Russian President Vladimir Putin watches a test launch of the Sarmat intercontinental ballistic missile at Plesetsk cosmodrome in Arkhangelsk region, via video link in Moscow, Russia, April 20, 2022. Sputnik/Mikhail Klimentyev/Kremlin via REUTERS ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY. Foto: via REUTERS/SPUTNIK

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Rusia Vladimir Putin mengeklaim kemenangan dalam pertempuran besar melawan Ukraina. Hal tersebut ia ungkapkan setelah Negeri Beruang Merah berhasil menaklukkan kota Mariupol, Ukraina.

Dalam pertemuan yang disiarkan oleh televisi nasional Rusia, Putin menyampaikan ucapan selamat kepada Menteri Pertahanan dan pasukan Rusia. Terutama atas keberhasilan membebaskan Mariupol dari militer Ukraina.

Di sisi lain, pasukan Ukraina yang berjuang mempertahankan Kota Mariupol sebelumnya sudah mulai menunjukkan keputusasaan. Hal ini diketahui setelah komandan dari Brigade Marinir Terpisah ke-36 Ukraina, Mayor Serhiy Volyna meminta pertolongan.

Dalam sambungan telepon dengan CNN International, dia meminta agar para pemimpin dunia menyediakan evakuasi bagi pasukan dan warga sipil yang telah terkepung di sebuah pabrik baja di kota itu.

"Saya punya pernyataan kepada dunia. Ini mungkin pernyataan terakhir saya, karena kita hanya memiliki beberapa hari, atau bahkan beberapa jam yang tersisa," katanya dikutip pada Sabtu (22/4/2022).

Volyna pun mengimbau agar para pemimpin dunia dapat menerapkan prosedur ekstraksi kepada warga sipil yang saat ini terjebak bersama pasukan Ukraina. Ia meminta agar para pemimpin dunia dapat mengeluarkan mereka ke wilayah negara ketiga dan memberi jaminan keamanan.

Salah satu pejabat Ukraina sebelumnya mengungkapkan bahwa ratusan warga sipil berlindung di ruang bawah tanah di pabrik baja itu. Bahkan persediaan makanan dan air berkurang di tengah pengeboman besar-besaran.

Oleh sebab itu, Volyna berharap agar ada evakuasi atau bantuan dari negara lain. Misalnya melalui helikopter atau misi kemanusiaan internasional yang dapat menjemput pasukan Ukraina dan warga sipil yang terkepung.

"Menjamin keamanan kami dan menemani kami dalam perjalanan ke negara yang akan membuat komitmen tersebut," ujarnya.

Volyna menggambarkan situasi di pabrik baja saat itu dalam kondisi kritis, di mana sebagian besar pasukan Ukraina terluka. Sementara itu, perawatan medis cukup terbatas.

"Kami benar-benar terkepung, ada sekitar 500 militer yang terluka, sangat sulit untuk memberi mereka perawatan medis. Mereka benar-benar 'membusuk'," katanya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kemenangan di Depan Mata? 7 Fakta Baru Perang Rusia-Ukraina


(luc/luc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading