Diserang Rusia, Segini Kerugian Fisik Yang Diderita Ukraina

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
22 April 2022 20:31
A view shows residential buildings heavily damaged during Ukraine-Russia conflict in the southern port city of Mariupol, Ukraine April 21, 2022. REUTERS/Alexander Ermochenko Foto: REUTERS/ALEXANDER ERMOCHENKO

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Dunia memperkirakan bahwa kerusakan fisik yang ditimbulkan serangan Rusia ke Ukraina mencapai US$ 60 miliar atau setara Rp 85,6 triliun. Hal ini hanya dihitung dari kerusakan properti dan infrastruktur.

Mengutip Reuters, Presiden Bank Dunia David Malpass mengatakan pada hari Kamis, (21/4/2022) mengatakan bahwa angka ini akan terus bertambah bila serangan berlanjut. Ini tidak termasuk biaya ekonomi yang meningkat dari perang ke Ukraina.

"Tentu saja perang masih berlangsung, sehingga biayanya meningkat," kata Malpass.

Sebelumnya Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengungkapkan biaya yang diperlukan untuk memulihkan negara itu pasca serangan Rusia. Ia mengatakan Kyiv membutuhkan US$ 7 miliar atau Rp 100 triliun per bulan untuk kembali membangun negara itu.

Sejak Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari, Zelensky mengatakan, pasukan Rusia telah menghancurkan atau merusak puluhan ribu rumah dan lebih dari 1.100 institusi pendidikan, serta rumah sakit dan bisnis. Analisis awal menemukan bahwa Ukraina telah menderita kerugian US$ 550 miliar.

"Bersama-sama kita dapat menerapkan solusi yang tidak hanya akan menghentikan niat agresif Rusia, tidak hanya mendukung Ukraina dalam perang ini, tetapi juga secara tak terelakkan menunjukkan semua potensi agresor dunia yang menciptakan masalah bagi negara lain yang berarti menciptakan masalah bagi diri mereka sendiri," kata Zelensky seperti dilaporkan New York Times, Jumat (22/4/2022).

"Karena jika kita tidak melakukan ini, jutaan dan jutaan orang di dunia akan berulang kali menderita akibat tindakan agresif masing-masing negara."

Rusia memulai serangan yang disebutnya 'operasi militer' di Ukraina pada 24 Februari lalu. Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan adanya operasi ini dilakukan untuk membebaskan masyarakat komunitas Rusia di wilayah itu dari kelompok ultranasionalis yang dibeking Kyiv serta memaksa Ukraina untuk tidak bergabung ke NATO.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Hot News: Rusia 'Serempet' NATO, Hingga Minta Bantuan China


(dce/dce)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading