Produksi Minyak RI Anjlok Terus, Masih Ada Harapan Gak Ya?

News - Pratama Guitarra, CNBC Indonesia
20 April 2022 14:40
FILE PHOTO: A pump jack operates in the Permian Basin oil production area near Wink, Texas U.S. August 22, 2018. Picture taken August 22, 2018. REUTERS/Nick Oxford/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Produksi minyak dan gas bumi (Migas) Indonesia masih sulit untuk nanjak. Sampai pada tahun 2021 saja, produksi migas Ri hanya mencapai 660 ribu barel per hari (bph) di tengah kebutuhan akan minyak yang mencapai lebih dari 1 juta bph.

Praktisi Migas Senior yang juga Mantan Gubernur Indonesia untuk OPEC, Wihdyawan Prawiraatmaja mengungkapkan, saat nini menajdi momentum bagi Indonesia untuk meningkatkan produksi migas-nya di tengah tingginya harga minyak mentah dunia.

Dalam catatan CNBC Indonesia, sampai pada Rabu pagi (20/4/2022), harga. inyak mentah dunia jenis Brent sudah menembus di atas level US$ 100 per barel atau tepatnya US$ 108,23 per barel.


Dengan harga yang minyak mentah dunia yang tinggi itu, kata Widhyawan, eksplorasi perlu dilakukan untuk mendongkrak produksi. Ditambah lagi, menurut dia, jika pemerintah melalui kontraktor migas bisa menemukan dua sampai tiga blok migas lain seperti Blok Cepu dengan produksi yang cukup tinggi.

"Kenaikan harga ini bisa menjadi momentum meningkatkan produksi, tetapi untuk jangka panjang PR kita masih banyak untuk menarik investasi masuk ke Indonesia," kata Widhyawan dalam diskusi bersama Media dan Indonesia Petroleum Association (IPA), Selasa (19/4/2022).

Widyawan mengatakan, situasi kenaikan harga minyak memang tidak serta merta membuat investor tertarik untuk berinvestasi atau melakukan kegiatan eksplorasi karena kenaikan itu salah satunya disebabkan oleh ketidakpastian kondisi geopolitik saat ini.

Namun demikian, Indonesia harus tetap mengoptimalkan daya tarik investasi migas pada tahun-tahun ke depan.

"Investasi migas ini adalah investasi jangka panjang, jadi investor harus memiliki keyakinan dalam melaksanakan kegiatan usahanya, untuk itulah UU Migas menjadi solusi untuk menarik investasi migas ke Indonesia," ujar dia.

Seperti yang diketahui bahwa pemerintah melalui Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) tengah memacu produksi migas di tahun 2030 menjadi 1 juta bph dan 12 miliar standari kaki kubik gas per hari.

SKK Migas Benny Lubiantara mengatakan, bahwa untuk cadangan minyak 1 juta bph dan gas 12 bscfd dipastikan ada dan terbukti. Hanya saja, untuk memperoleh target itu memang tidak mudah.

"Supply and demand gapnya besar, tapi produksi segini-segini aja. Kami declare target 2030 awalnya sempet ada argumen target ini mimpi apa tidak, saya tidak mau berdebat hal ini karena memang gak gampang untuk mencapai target tersebut. Tapi ada gak barangnya? Saya bisa jamin, ada barangnya," ungkap dia

Benny menambahkan, hal penting yang harus menjadi focus saat ini adalah memanfaatkan momentum kenaikan harga minyak dunia untuk memberikan sinyal yang menarik bagi investasi migas di Indonesia "Insentif, kebijakan fiscal dan kemudahan untuk berusaha semuanya bermuara di RUU Migas," kata dia.

Untuk itu, ia berharap agar RUU Migas yang kini sedang dibahas bisa segera selesai sehingga payung hukum tersebut bisa memberikan kepastian bagi investor dalam melaksanakan kegiatan usaha migas dan menarik lebih banyak investasi ke Indonesia.

Seperti diketahui, SKK Migas saat ini terus memacu produksi minyak dan gas bumi dengan mempercepat onstream 12 proyek migas pada tahun ini. Dari jumlah tersebut, diproyeksikan lima proyek hulu migas akan onstream pada kuartal dua tahun 2022.

Berkaca pada produksi minyak tahun 2021 yang hanya mencapai 660.000 bph dari target produksi sebesar 705.000 bph, kebutuhan minyak akan terus bertambah setiap tahunnya. Konsumsi minyak pada 2050 diperkirakan meningkat sebesar 139% dari konsumsi saat ini yang sekitar 1,66 juta barel per hari (bph) menjadi 3,97 juta bph pada 2050.

Sementara untuk konsumsi gas diperkirakan akan meningkat lebih besar lagi. Konsumsi gas saat ini sekitar 6.000 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD), lalu diperkirakan akan meningkat menjadi 26.112 MMSCFD pada 2050 atau meningkat sebesar 298%.

Melihat potensi migas Indonesia yang sangat besar semestinya produksi masih dapat dimaksimalkan. Saat ini terdata Indonesia memiliki 128 cekungan migas, di mana yang sudah berproduksi baru sebanyak 20 cekungan, dan terdapat 27 cekungan yang sudah ada temuan, namun belum berproduksi.

Menurut Benny, momentum harga minyak dunia yang tinggi ini dimanfaatkan oleh SKK Migas dengan mendorong KKKS untuk melakukan investasi yang lebih agresif dan mendorong KKKS untuk melaksanakan programnya lebih dini di awal tahun. Termasuk di dalamnya adalah SKK Migas mengawal penyelesaian proyek hulu migas 2022.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Punya Rintangan Segudang, 'Kiamat' Minyak RI di Depan Mata!


(pgr/pgr)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading