Incar Asing, Pembangunan Kawasan Industri Batang Dikebut

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
20 April 2022 13:00
Presiden Jokowi melakukan peninjauan di lokasi Kawasan Industri Terpadu Batang dan Relokasi Investasi Asing ke Indonesia yang terletak di Desa Ketanggan. Kec Gringsing, Kabupaten Batang, Selasa 30/06/2020. (Ist Agus Suparto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah merayu investor asing agar mau berinvestasi di Indonesia melalui Kawasan Industri Batang, Jawa Tengah. Sewa gratis selama 5 tahun diberikan bagi investor yang berminat. Saat ini, pembangunan kawasan industri tersebut masih terus berlanjut.

"Klaster 1 ada 3.100 Ha, terbagi dua, di fase pertama ada 450 Ha, sementara fase kedua ada 2.650 Ha. Dari sisi PUPR sudah jalan, membangun bagian primer, sekunder namun mapping out pasti akan koordinasi dengan pihak terkait," kata Direktur Utama PT Kawasan Industri Wijayakusuma (Persero) Ahmad Fauzie Nur kepada CNBC Indonesia, Rabu (20/4/22).

Klaster 1 memiliki nama Industrial Center And Township dengan luas 3.100 Ha. Sesuai rencana, luas area industrinya mencapai 1.405,8 Ha atau 45%. Area industry di fase pertama juga sebesar 45% atau 262,9 Ha dari 450 Ha.


"Klaster 1 tahapan pengembangan perlu resources, itu yang dilakukan bertahap, infrastruktur penunjang juga sedang dikembangkan, kaya dry port, instalasi pipa air limbah, water treatment plan yang memasok air baku lagi disiapkan PUPR, jadi ini karja sama massif dan kolaboratif antara Kementerian/Lembaga dan perusahaan BUMN," sebut Fauzie.

Sementara itu klaster 2 merupakan Innovation Center & Township dengan luas 800 Ha dan cluster 3 Recreational Center & Township seluas 400 Ha.

Pemerintah memproyeksikan Kawasan industri seluas itu bisa menggaet para investor masuk ke Indonesia. Apalagi pemerintah juga menawarkan insentif gratis biaya sewa selama 5 tahun.

"Itu sedang dikembangkan, saya yakin insentif yang disupport langsung pemerintah bisa menarik investor langsung dari luar dan itu terlihat hasilnya, dan kita support program insentif dari pemerintah," ujar Fauzie.

Beberapa perusahaan pun sudah langsung tertarik dengan beragam insentif dari pemerintah. Ada perusahaan yang sudah berkomitmen menempatkan investasi sebesar Rp5 triliun, misalnya pabrik kaca KCC Glass.

"KCC Glass dari Korea Selatan kemudian Yih Quan Footware, ada juga dari Inggris, itu beberapa yang udah komit," ujar Fauzie.

Jumlah yang ada saat ini masih bisa bertambah ke depannya, namun Fauzie belum bisa nama-nama yang saat ini masih dalam tahap negosiasi.

"Yang lain masih under negotiation, kita hormati NDA (non disclosure agreement), begitu sudah closing udah agree akan announce," sebutnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

LG Mulai Bangun Pabrik Baterai EV di RI Mei, CATL-VW Nyusul!


(dce/dce)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading