Internasional

Perang Rusia-Ukraina Masuk Babak 2, Pertempuran Donbass Mulai

News - Sefti Oktarianisa, CNBC Indonesia
19 April 2022 06:20
Tanks of Ukrainian Armed Forces ride along a street in a village, as Russia's attack on Ukraine continues, in Donetsk Region, Ukraine April 18, 2022.  REUTERS/Serhii Nuzhnenko

Jakarta, CNBC Indonesia - Babak baru perang Rusia dan Ukraina dimulai. Perang "fase kedua" disebut telah dilancarkan pemerintah Presiden Vladimir Putin di Donbass.

Mengutip Kepala Kantor Kepresidenan Ukraina, Andriy Yermak, ini ditandai dengan peningkatan serangan di wilayah Ukraina Timur itu. "Donbas. Fase kedua perang telah dimulai," tegasnya dikutip dari CNN International, Senin(18/4/2022) malam waktu setempat.


Hal sama juga dikatakan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Ia mengatakan pasukan Rusia secara besar-besaran sudah terkonsentrasi di sana.

Mereka, kata dia, akan fokus pada serangan itu. Ia pun menggarisbawahi bahwa Ukraina tak akan gentar dan pasti akan berjuang melawan serangan Rusia.

"Tidak peduli berapa banyak prajurit Rusia yang mereka bawa ke daerah itu, kami akan terus berjuang dan bertahan," katanya dimuat laman yang sama.

"Kami akan melakukan ini setiap hari. Kami tidak akan menyerahkan apa pun yang Ukraina tetapi kami tidak membutuhkan apa pun yang bukan milik kami," tegasnya.

Sebelumnya di akhir Maret lalu, Jenderal Rusia Sergei Rudskoy mengklaim bahwa tahap pertama serangan militer Rusia di Ukraina telah selesai. Kala itu, Rusia mengatakan akan menarik semua pasukan di beberapa titik serangan seperti ibu kota Kyiv.

Namun memang ia mengisyaratkan akan memfokuskan serangan ke Ukraina Timur. Saat itu juga sejumlah analis barat menerka bahwa Rusia tengah mereposisi pasukan dan mengubah strategi karena "gagal" merebut Kliv meski perang sudah berlangsung sebulan sejak 24 Februari.

Apalagi di Ukraina Timur, Rusia memang telah lama mendukung milisi pemberontak. Hal ini akan lebih memudahkan Kremlin untuk menang.

Sementara itu, sejak diserang Rusia, UNHCR mencatat 4,9 juta warga Ukraina telah meninggalkan negara itu. Mengutip data Dewan HAM PBB, per 15 April, setidaknya ada 1.982 warga sipil tewas dalam perang Rusia dan Ukraina dengan 2.651 orang terluka.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Heboh Biden soal Putin Tak Layak Berkuasa Diklarifikasi AS


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading