Tahan Harga Meledak, Ribuan Ekor Sapi Australia Banjiri RI

News - Damiana Cut Emeria, CNBC Indonesia
13 April 2022 08:40
650 ekor sapi asal Australia yang Impor oleh PT Berdikari (Persero) tiba di Pelabuhan Tj Priok. (dok: Bapanas)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebanyak 2.000 ekor sapi bakalan asal Queensland, Australia tiba di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin, 11 April 2022. Sapi-sapi tersebut diimpor oleh BUMN pangan dan perusahaan swasta.

Pemasukan sapi bakalan ini ditujukan menopang stok di dalam negeri yang tengah bergejolak akibat lonjakan harga. Dimana, pedagang sapi memprediksi, harga daging sapi hingga setelah Lebaran bisa naik ke Rp180 ribu per kg, jika stok masih terbatas.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengatakan, impor tersebut adalah pemasukan reguler yang dilakukan perusahaan penggemukan sapi di Indonesia. Impor, kata dia, dilakukan berkala setiap 2-3 bulan untuk memenuhi perputaran stok di dalam negeri.


Dia menjelaskan, sapi-sapi bakalan impor itu akan membutuhkan waktu sekitar 3 bulan untuk penggemukan. Dengan rata-rata penambahan berat rata-rata minimal 1,1 hingga 1,2 kg per hari, sapi bakalan ditargetkan mencapai berat siap potong di atas 400 kg.

"Sapi yang masuk adalah kombinasi swasta dan PT Berdikari. Sebanyak 650 ekor itu milik PT Berdikari, yang langsung kita masukkan ke kandang di Subang. Ini bukan khusus buat Lebaran, tapi pemasukan rutin agar stok berputar. Kita mobilisasi stok dari lokal maupun impor," kata Arief kepada CNBC Indonesia, Selasa (12/4/2022).

"Saat pasokan lokal menipis, kita masukkan impor. Berdikari juga akan terus memobilisasi sapi dari Jawa Timur, Sumba juga. Dan, saya juga sedang mendorong memaksimalkan pemanfaatan kandang-kandang BUMN yang belum terpakai. Ada yang kapasitasnya hingga 1.800 ekor. Ini yang harus dikerjakan BUMN," kata Arief.

Untuk itu, dia menambahkan, masyarakat tidak perlu khawatir dengan ketersediaan daging di dalam negeri. Dimana, lanjut dia, ketersediaan akan terus dijaga, dengan mengutamakan pasokan lokal.

650 ekor sapi asal Australia yang Impor oleh PT Berdikari (Persero) tiba di Pelabuhan Tj Priok. (dok: Bapanas)Foto: 650 ekor sapi asal Australia yang Impor oleh PT Berdikari (Persero) tiba di Pelabuhan Tj Priok. (dok: Bapanas)
650 ekor sapi asal Australia yang Impor oleh PT Berdikari (Persero) tiba di Pelabuhan Tj Priok. (dok: Bapanas)

Di sisi lain, dia mengatakan, konsumsi daging saat Lebaran biasanya meningkat hingga 2 kali lipat dibandingkan bulan-bulan biasa yang sekitar 58 ribu ton.

"Tapi, itu saat harga di bawah Rp130-140 per kg. Dengan kondisi hari ini sapi bakalan saja sudah US$4,2 per kg, apakah daya beli masyarakat ada? Sambil kita lihat. Yang jelas, neraca masih positif 30 ribu ton. Dan, daging kerbau impor oleh Bulog akan masuk 10 ribu ton," kata Arief.

Di sisi lain, dia menambahkan, dengan harga sapi bakalan impor saat ini, mustahil mengharapkan daging sapi bisa kembali ke kisaran Rp100.000 per kg. Karena itu, lanjut dia, yang akan dilakukan pemerintah adalah menjamin ketersediaan dan memberikan pilihan bagi masyarakat.

Dengan masuknya total 36 ribu ton daging kerbau impor oleh Bulog dari India, pasar memiliki tambahan stok.

"Ini akan memberikan alternatif pilihan bagi masyarakat. Ada daging hot meat (daging segar sapi potong) Rp130-140 ribu, daging sapi beku Brasil mungkin harganya Rp120 ribu, ada juga daging kerbau beku harganya seharusnya bisa di bawah Rp100 ribu per kg," kata Arief.

Karena itu, dia mengimbau agar tidak terjadi panic buying.

"Kita kondisi aman. Belanja bijak, belanja sesuai kebutuhan. Bagi yang mau merayakan Idulfitri, ketersediaan aman, bisa tenang. Bahan selalu ada," kata Arief.

Sementara itu, Direktur Utama PT Berdikari (Persero) Harry Warganegara mengatakan, pihaknya mendapat kuota impor sapi bakalan sebanyak 40 ribu ekor untuk tahun 2022. Dimana, harga sapi bakalan impor saat ini mencapai US$4,3-4,5 per kg, CIF.

"Kemarin bawa 650 ekor, ini tahap pertama. Rutin kita bawa masuk. Tahun lalu 2.045 ekor. Ini untuk menjaga kebutuhan Lebaran dan Iduladha. Selain itu, kita punya 2.500 ekor sapi lokal, dari Jawa Timur, NTB, juga NTT. Untuk kebutuhan hari besar keagamaan. Stok kita puterin," kata Harry kepada CNBC Indonesia, Selasa (12/4/2022).


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ternyata! Ini yang Bikin Harga Daging Sapi Masih Mahal


(dce/dce)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading