Blak-blakan Mentan Soal Ketahanan Pangan Hingga Food Estate

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
12 April 2022 10:40
Rapat Kerja Komisi IV DPR dengan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (Tangkapan Layar Youtube DPR RI) Foto: Rapat Kerja Komisi IV DPR dengan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (Tangkapan Layar Youtube DPR RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melakukan rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI, di gedung parlemen, Jakarta, Senin (11/5/2022). Beberapa isu dibahas mulai dari ketahanan pangan hingga food estate.

Mengenai ketahanan pangan hingga lebaran nanti, Syahrul yakin pasokan 12 bahan pokok utama tidak ada kendala, dengan pemenuhan dalam negeri hingga impor.

"Ketersediaan pangan berdasarkan prognosa neraca 12 komoditas meliputi beras, jagung, bawang merah dan lain lain relatif aman. Dan dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri," kata Syahrul dalam rapat.


Beberapa komoditas yang masih diharuskan impor seperti kedelai, bawang putih, daging sapi, sampai gula. Dimana importasi kedelai direncanakan mencapai 735 ribu ton, bawang putih 114 ribu ton, daging sapi 97 ribu ton, dan gula konsumsi 841 ribu ton.

Meski masih ada pandangan bahwa kondisi pangan RI masih dihantui ketidakpastian karena tekanan inflasi global, hingga harga bahan bakar.

"Situasi pangan tidak lagi baik-baik saja. Karena secara global ini terjadi luar biasa. Dan pemicu inflasi negara itu sebenarnya di pangan lebih khusus. Saat ini AS sudah 7,2, Uni Eropa 6,8%, Turki sudah 61%, Indonesia 2,3%. Harga-harga naik karena pemicunya BBM dan solar, global, dan tentu dalam negeri terkontraksi," kata Syahrul

Food Estate

Mentan juga mengklaim tiga program food estate di Kalimantan Tengah, Humbahas, dan Sumba Tengah ini berhasil dalam hal produktivitas, meski memang masih ada beberapa ratus hektare yang gagal.

Syahrul mengatakan program food estate yang ada di Kalimantan Tengah seluas 30 ribu hektare di lahan rawa ini tingkat keberhasilan cukup, meski ada lahan eksisting , intensifikasi dan, ekstensifikasi. Dimana lahan yang gagal tidak lebih dari 200-300 hektare.

"Yang gagal tidak lebih dari 200-300 hektare, itu biasa dalam hal ini, dari 30 ribu hektare yang gagal 1.000 hektare pun itu hal wajar," kata Syahrul Yasin Limpo saat rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI, Senin (11/4/2022).

"Kami merasa tidak gagal karena produktivitas dilaporkan paling tinggi dulu 2,6 ton per hektare, 3,2 ton per hektare, sekarang dilaporkan sudah 4 ton per hektare," tambahnya.

Begitu juga di Kabupaten Humbag Hasundutan (Humbahas) provinsi Sumatera Utara juga berhasil dalam hal produktivitas, meski ada kendala penambahan lahan karena tarik menarik dengan masyarakat sekitar terkait tanah adat. Sehingga baru terealisasi 215 hektare dari target 1.000 hektare.

Berlanjut para Food Estate di Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur, juga diklaim berhasil oleh Mentan dengan total lahan mencapai 5.000 hektare. Dimana 3.000 ditanami padi dan 2.000 ditanami Jagung.

Kesimpulan Rapat DPR

Sementara itu, kesimpulan rapat kerja itu menetapkan, Komisi IV DPR RI mengusulkan perubahan anggaran Kementerian Pertanian dari Rp 14,45 triliun menjadi Rp 14,67 triliun, penambahan pagu surat berharga syariah negara (SBS) pada beberapa departemen di kementerian.

Selain itu Komisi IV meminta Kementerian Pertanian memperbaiki kinerja pelaksanaan kegiatan bantuan kepada masyarakat. Hingga mendesak Kementerian Pertanian untuk meninjau ulang Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 64/PMK.03/2022 tentang Pajak Pertambahan Nilai atas Penyerahan Barang Hasil Pertanian.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

DPR Panggil Mentan Tanya Stok Pangan, Aman?


(dce/dce)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading