Fenomena Kios-Kios Tutup Juga Terjadi di Pasar Senen!

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
11 April 2022 19:07
Kios Pasar Senen, Senin (11/4/2022). (CNBC Indonesia/ Ferry Sandi)

Jakarta, CNBC Indonesia - Geliat ekonomi di Pasar Senen, Jakarta Pusat mulai terlihat menggeliat di beberapa titik, namun banyak juga yang harus gulung tikar akibat terkena hantaman keras pandemi. Fenomena kios-kios tutup juga terjadi sebagian di pasar Senen.

Pantauan CNBC Indonesia di Blok III Pasar Senen, kebanyakan kios yang tutup berada di lantai dasar. Kira-kira hampir 40% dari keseluruhan kios kondisinya tutup. Juga beberapa kios tertulis sedang disewakan.

Sementara itu di lantai I, II dan III nampak lebih hidup dengan dominasi penjualan baju, jaket atau produk tekstil lainnya.


"50 ribu dapat 3 ayo-ayo dibeli, khusus hari ini aja," kata penjual menawarkan dagangannya kepada pembeli, Senin (11/3/22).

Penjual memang melakukan berbagai cara agar penjualannya bisa mulus. Misalnya dengan memberikan diskon saat momen bulan Ramadhan dan lebaran.

Pemilik toko jaket di lantai II Blok III Pasar Senen, Jhon menyampaikan bahwa itu merupakan salah satu acara agar dagangannya lebih cepat terjual.

"Ada yang Rp 100 ribu/3, harga awal Rp 40 ribuan, ada yang Rp ribu. Korting diskon yang penting menutup," katanya kepada CNBC Indonesia ditemui di tokonya, Senin (11/3/22).

Ia menjual jaket dengan harga bervariasi, mulai dari Rp 35 ribu, Rp 40 ribu, Rp 50 ribu sampe Rp 100 ribu lebih. Selain menjual ke konsumen akhir, Jhon juga menjual dengan partai besar ke pedagang lain. Hal itu dilakukan sebagai upaya karena kondisi penjualan saat ini sedang menurun.

"Sekarang kita nggak terlalu harap benar, umpama dapat menutup aja Alhamdulillah. Pendapat sehari Rp 1 juta lebih, sekarang di bawah itu. Tapi ramai orang Sabtu-Minggu. Sekarang agak sepi," sebutnya.

Kondisi tiap pedagang memang berbeda-beda, ada yang nampak lebih sepi. Namun ada juga yang terlihat ramai.

Beralih ke Pusat Grosir Jaya Blok IV kondisi tidak jauh berbeda, dimana lantai dasar cenderung lebih sepi dibandingkan lantai I dan lantai II. Sebagian besar dagangan disini mengarah pada penjualan jam, aksesoris hingga Kacamata.

Salah satu penjual jam mengaku saat ini geliatnya belum terasa untuknya. Biasanya mendekati lebaran baru geliatnya semakin terasa.

"Belum, masih sama gini aja. Belum ada perbedaan sih untuk sekarang," jelasnya kepada CNBC Indonesia di lantai II.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Mal Legendaris DKI Sepi, Kenapa Mal Mewah Ramai?


(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading