Sri Mulyani Was-was Kasus Covid Melonjak Lagi Usai Lebaran

News - Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
31 March 2022 14:52
Menteri Keuangan Sri Mulyani  (Tangkapan Layar Youtube PPATK Indonesia)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berharap agar situasi pandemi Covid-19 yang terkendali tetap terjaga di masa Ramadan dan Lebaran tahun ini. Harapan itu disampaikan Sri Mulyani dalam acara 3rd legal forum yang digelar PPATK secara virtual, Kamis (31/3/2022).

Dia mengatakan, kegiatan ekonomi sosial masyarakat makin meningkat seiring dengan kemampuan pemerintah untuk menangani pandemi Covid-19.

"Itu adalah sebuah perkembangan yang sangat positif dan saya harap ini bisa dijaga meskipun kita mendekati apa yang disebut bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri," kata Sri Mulyani.

"Kita berharap waktu aktivitas masyarakat meningkat kita tetap disiplin untuk bisa menjaga agar tidak terjadi gelombang selanjutnya dari Covid-19. Karena ini akan sangat mendisrupsi pemulihan ekonomi kita," lanjutnya.

Menurut Sri Mulyani, saat pandemi Covid-19, pemerintah juga fokus pada ancaman dunia selanjutnya yaitu climate change.

"Bahkan di tengah pandemi presiden menghadiri G20 di Roma dan COP26 di Glasgow. Beliau menyampaikan komitmen untuk ikut bersama negara-negara dunia secara adil tentunya untuk menangani ancaman climate change," ujarnya.

Menurut Sri Mulyani, Indonesia sudah memiliki rencana aksi nasional penurunan emisi gas rumah kaca sejak 2011. Kemudian diterjemahkan rencana aksi nasional adaptasi perubahan iklim pada 2014.

Pada 2015, lanjut Sri Mulyani, Indonesia termasuk negara yang menandatangani Paris Agreement.

"Di mana kita berkomitmen memiliki tekad determinasi untuk mengurangi CO2 29% dengan upaya sendiri dan bisa menurunkan 41% emisi karbon dengan dukungan global," kata Sri Mulyani.

Beberapa waktu lalu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin tidak menampik ada potensi kenaikan kasus Covid-19 selepas IdulĀ Fitri tahun ini. Namun demikian, BGS, sapaan akrab Budi Gunadi Sadikin, meyakini kenaikannya tidak akan begitu besar.

"Tadi ada pertanyaan kalau pasca lebaran ada kemungkinan naik atau tidak. Pengamatan kita potensi kenaikan setiap ada acara besar, kerumunan itu ada," ujarnya dalam keterangan pers virtual, Rabu (23/3/2022).

Kendati demikian, lonjakan kasus Covid-19 itu selalu disebabkan varian baru. Misalnya pada Juli lalu terjadi lonjakan yang dipicu virus Corona varian Delta.

"Kemudian juga yang sekarang Nataru itu tidak naik kita ya. Kita naiknya bulan Februari disebabkan oleh varian baru dan itu konsisten di negara lain di dunia," kata BGS.



[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Sri Mulyani Beri Sinyal Ada yang Tak Beres di RI, Ada Apa Ya?


(miq/mij)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading