Internasional

Heboh Imam Muslim Rusia Dukung Putin Gempur Ukraina, Kenapa?

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
28 March 2022 07:30
Talgat Tajuddin (Islam.ru)

Jakarta, CNBC Indonesia - Imam Muslim di Rusia disebut mendukung serangan Rusia ke Ukraina. Beberapa ulama, disebut Mufti, menyampaikan alasannya.

Kenapa?


Ketua Mufti Dewan Pusat Spiritual Muslim Rusia Talgat Tajuddin mengatakan bahwa hal itu merupakan langkah yang terpaksa. Bahkan, tidak dapat dihindari.

"Ini adalah tindakan yang dibenarkan dan terpaksa dilakukan. Ketika nazisme dan fasisme bangkit kembali di sebelah (negara) kita, ketika Barat bahkan mencoba mengadu domba persaudaraan kita, hal itu tidak mungkin dianggap normal," katanya dalam keterangan pers Kedutaan Besar Rusia ke CNBC Indonesia, akhir pekan.

"Jika ada ancaman rudal yang dapat mencapai ibu kota Tanah Air kita dalam 5 hingga 7 menit, bahkan ke Ufa, Kazan, dan kota-kota Rusia lainnya, siapa yang akan menoleransi ini?".

Ia mengatakan memang pada dasarnya, tidak ada yang menyukai perang. Apalagi rakyat Rusia telah menyaksikan sendiri betapa perang sangat menyengsarakan ketika Perang Dunia II terjadi.

"Sejarah dan kisah peperangan diturunkan dari generasi ke generasi," ujarnya lagi.

"Namun, kini, kita telah melihat selama delapan tahun terakhir bahwa pemerintah Ukraina dan Barat melakukan pembataian dan berusaha membangkitkan kembali fasime. Presiden Vladimir Putin menjelaskan ini di sela-sela semua acara internasional."

Menurut Pusat Koordinasi Muslim Kaukasus Utara, Ismail Berdiyevi, perang memang tidak pernah menjadi hal baik dan tidak disukai. Tapi, ia mengatakan, apa yang terjadi sekarang di Ukraina sudah merupakan tindakan terpaksa.

"Kami berdoa agar prajurit-prajurit kita kembali ke rumahnya masing-masing dengan selamat, dan kami berdoa kepada Yang Mahakuasa supaya pihak Ukraina meletakkan senjatanya dan, dengan demikian, muncul perdamaian," kata Mufti Berdiyev.

Kepala Majelis Spiritual Muslim Rusia Albir Krganov menuturkan pihaknya sebenarnya berempati kepada rakyat Ukraina. Ia mengaku memahami bahwa sekarang adalah waktu yang sangat sulit bagi mereka.

"Namun, kita tidak bisa melupakan kekejaman apa yang dilakukan di sana oleh kaum ultranasionalis, misalnya, membakar orang hidup-hidup di Odessa," ujarnya merujuk salah satu wilayah Ukraina di mana terdapat kebudayaan Muslim di sana.

"Kami tidak ingin hal semacam itu terjadi di Rusia. Tetapi sebenarnya ada upaya untuk melakukan itu, persiapan telah berlangsung. Dan, Ukraina telah dipersiapkan sebagai batu loncatan untuk menyerang negara kami."


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kota Kecil di Ukraina Ini Bisa Buat Rencana Rusia Berantakan


(sef/sef)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading