Internasional

Putin Beri Sinyal Akhiri Perang Rusia-Ukraina, Damai?

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
28 March 2022 06:10
Seorang prajurit Ukraina berjalan melewati mobil yang terbakar, saat serangan Rusia di desa Krasylivka di luar Kyiv, Ukraina 26 Maret 2022. (REUTERS/Marko Djurica)

Jakarta, CNBC Indonesia - Rusia memberi sinyal akan mengakhiri perang di Ukraina. Negeri Presiden Vladimir Putin, mengklaim sudah mengurangi jumlah angkatan bersenjata mereka di Ukraina secara signifikan.

"Secara umum, tahap pertama operasi telah selesai," kata Wakil Kepala Pertama Staf Umum Rusia, sekaligus Kolonel Jenderal, Sergei Rudskoy Sabtu (26/3/2022) waktu setempat.


Pernyataan ini datang setelah serangan Rusia ke Kyiv dan Kharkiv dilaporkan tidak mengalami kemajuan. Sejumlah data intelijen Barat juga mengatakan Rusia gagal mencapai superioritas udara di Ukraina dan telah menderita kerugian besar dalam hal kehilangan jumlah personel sejak awal serangan.

Rudskoy mengatakan Rusia hanya akan berfokus untuk mencapai tahap paling penting. Yaitu mengambil alih Donbas di wilayah Ukraina timur, yang selama ini memang didukungnya keluar dari pemerintah Kyiv.

"Potensi tempur angkatan bersenjata Ukraina telah berkurang secara signifikan, sehingga kami bisa memfokuskan upaya untuk mencapai tujuan utama, pembebasan Donbas," lanjutnya.

"... Menekan mereka (Ukraina) hingga tentara Rusia benar-benar membebaskan wilayah DPR dan LNR (negara buatan pemberontak Ukraina di Donbass)."

Dalam kesempatan yang sama Rudskoy mengatakan setidaknya 1.351 personel militer telah tewas di Ukraina dan 3.825 terluka. Pejabat AS, NATO dan Ukraina memperkirakan jumlah korban Rusia jauh lebih tinggi.

"Awalnya, kami tidak berencana untuk menyerbu mereka untuk mencegah kehancuran dan meminimalkan kerugian di antara personel dan warga sipil," kata Rudskoy lagi.

Militer Rusia mengklaim tidak menargetkan warga sipil atau daerah pemukiman. Meskipun banyak bukti yang menunjukkan sebaliknya.

Sementara itu, Minggu (27/3/2022) malam waktu setempat, otoritas Ukraina menyebut Rusia masih gencar menyerang Ukraina. Pasukan Rusia melanjutkan serangan rudal di seluruh Ukraina termasuk di Lutsk, Kharkiv, Zhytomyr dan Rivne.

"Semakin banyak rudal setiap hari. Mariupol di bak pengeboman," kata Penasihat Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Mikhail Podoliak.

"Rusia tidak lagi memiliki bahasa, humanisme, peradaban. Hanya rudal, bom, dan upaya untuk menghapus Ukraina dari muka bumi."

Serangan Rusia ke Ukraina Sudan berlangsung sejak 24 Februari. Dari data UNHCR 3,5 juta orang telah mengungsi.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Putin Tarik Pasukan dari Kyiv, Perang Sudah Selesai?


(sef/sef)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading