RI Dihantam Krisis Kedelai, Mentan Curhat!

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
22 March 2022 16:47
Rapat Kerja Komisi IV DPR dengan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (Tangkapan Layar Youtube DPR RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengakui kesulitan memacu produksi kedelai di dalam negeri. Mulai dari gempuran impor hingga keterbatasan anggaran. 

Meski demikian, Syahrul berjanji siap menambah 600 ribu hektare (ha) pertanaman kedelai di tahun ini. Yang diyakini bisa menambah produksi lokal hingga 900 ribu ton.

Dia memaparkan, produksi kedelai lokal mencapai 200.315 ton dengan stok awal tahun mencapai 190.970 ton. Dengan begitu, ketersediaan lokal ada 391.285 ton, sementara kebutuhan sebesar 2,983 juta ton. Sehingga, dibutuhkan impor 2,842 juta ton. Dengan prognosa neraca itu, stok kedelai akhir tahun 2022 nanti ada 250 ribu ton


"Saya siap, sangat siap. Saya coba kendalikan kedelai ini, mohon bantuan Komisi IV. Mana daerah yang mau ditanami kedelai? Cuma kan masalahnya dari kemarin itu refocusing. Kita cuma Rp14 triliun, sulit sekali. Dari 400 ribu ha, turun menjadi 200 ribu ha, sekarang tinggal 57 ribu ha anggaran yang tersedia," kata Syahrul saat rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI di Jakarta, Selasa (22/3/2022).

Mentan mengatakan, Indonesia memang sudah bergantung pada pasokan kedelai impor. Sejak IMF mengintervensi kebijakan Indonesia membuka pasar.

"Sesekali kita injak juga itu kaki importir, sudah 15 tahun. Dan importasinya besar sekali. Dan, tidak ada lartasnya (larangan terbatas). Ini yang tadi saya masuk sampaikan ke Presiden, harus ada lartas. Nanti kita produksi ebsar-besaran, dimasukkan impor," kata Syahrul.

Selama ini, lanjut dia, Indonesia bergantung pada kedelai impor yang harganya lebih murah. Dimana sebelum krisis saat ini, harga kedelai impor hanya Rp5 ribuan per kg, sedangkan kedelai lokal jika dihargai di bawah Rp7.000 akan menyulitkan petani.

"Ini tantangan karena harga sudah bagus, sudah Rp10.000 dan kemungkinan masih akan naik. Karena kalau di bawah Rp7.000 nggak bisa masuk cost produksi. Saya sudah laporkan ke Presiden kita harus masuk. Saya yakin masih bisa," kata Mentan.

Mentan menanggapi pernyataan perajin tahu tempe yang sehari sebelumnya menemui Komisi IV DPR RI. Perajin tahu dan tempe yang tergabung dalam Gakoptindo berjanji siap membeli kedelai lokal dengan harga Rp9.000 per kg, namun meminta Kementan mengawasi agar kualitasnya ditingkatkan.

"Kalau belinya masih Rp9.000 itu kurang. Harus Rp10.000. Berarti harus subsidi Rp1.000. Yang menjalankan adalah Bulog. Bisa," kata Syahrul. 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Harga Kedelai Meroket, Perajin Tempe Juga Khawatirkan Stok


(dce/dce)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading