BI Ramal Suku Bunga AS Naik 7 Kali Tahun Ini, 2023 Gimana?

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
22 March 2022 18:25
Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan Bulan Maret 2022. (Tangkapan layar Youtube Bank Indonesia)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) memproyeksikan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve, masih akan menaikan suku bunga acuan di tahun ini hingga tujuh kali, dan di tahun depan akan naik sebanyak dua kali.

Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan, The Fed akan menempuh pengetatan moneter yang cenderung agresif, sebagaimana statement terkini dari Gubernur Bank Sentral AS, Jeremy Powell yang berencana untuk menaikan suku bunga lebih banyak dari perkiraan sebelumnya.

BI mencatat, pada Maret 2022, The Fed sudah menaikkan suku bunga acuan 25 basis point (bps) dan The Fed juga telah menyampaikan bahwa fed fund rate akan naik lebih besar dan lebih banyak dibandingkan perkiraan sebelumnya.


Oleh karena itu, perkiraan BI terhadap kenaikan fed fund rate akan naik menjadi tujuh kali dari sebelumnya hanya diperkirakan lima kali, dilihat dari perkembangan inflasi di Amerika Serikat yang pada Maret 2022 juga telah menyentuh 7,9% (year on year/yoy), tertinggi dalam 40 tahun terakhir.

"Dengan perkembangan inflasi lebih tinggi, fed fund rate bisa naik tujuh kali pada 2022 dan pada 2023, akan naik lagi dua kali," jelas Perry dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Selasa (22/3/2022).

Pertumbuhan ekonomi global di tahun ini, kata Perry juga berpotensi akan lebih rendah dari proyeksi semula sebesar 4,4%. Bahkan kemungkinan akan terjadi revisi ke bawah.

Sampai saat ini BI mengungkapkan akan terus melakukan assessment seberapa jauh dampak ketegangan geopolitik Rusia dan Ukraina ke pada pola Pertumbuhan Ekonomi Global

"Kemungkinan akan terjadi revisi ke bawah (pertumbuhan ekonomi global)karena beberapa faktor vaksinasi belum merata, normalisasi kebijakan moneter dari negara maju dan eskalasi ketegangan geopolitik Rusia dan Ukraina," tuturnya.

BI juga memastikan akan menggunakan instrumen lain untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di dalam negeri, yang mencakup kebijakan ekonomi makroprudensial, sistem pembayaran, pengembangan pasar uang, dan ekonomi keuangan inklusif dan hijau, UMKM, dan keuangan syariah.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

BI Perketat Suku Bunga Pada Akhir 2022?


(cap/cap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading