Pengakuan Sri Mulyani, Pemulihan Ekonomi Runyam Gegara Perang

News - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
22 March 2022 10:19
Menteri Keuangan Sri Mulyani di acara CNBC Indonesia Economic Outlook, Selasa (22/3). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa upaya untuk mempercepat pemulihan ekonomi pasca pandemi semakin tidak mudah setelah muncul berbagai dinamika.

Hal tersebut dikemukakan Sri Mulyani saat menjawab pertanyaan Chairman & Founder CT Corp Chairul Tanjung dalam pagelaran CNBC Indonesia Economic Outlook 2022 yang berlangsung secara virtual, Selasa (22/3/2022).


"Suasana pemulihan ekonomi tidak biasa," kata Sri Mulyani.

Sri Mulyani menegaskan pemerintah selama ini berusaha mengendalikan pandemi Covid-19 dengan cara menggencarkan vaksinasi. Hal ini dilakukan agar masyarakat beraktivitas dengan normal, sehingga roda perekonomian tetap berjalan.

Namun, Sri Mulyani mengakui bahwa situasi bertambah runyam pasca eskalasi ketegangan yang terjadi antara Rusia-Ukraina. Konflik yang terjadi telah berdampak ke berbagai sendi perekonomian di seluruh dunia.

Kondisi ini semakin ditambah dengan risiko kenaikan inflasi di negara maju, serta rencana bank sentral Amerika Serikat (AS) mengerek suku bunga acuan sejalan sebagai antisipasi pemulihan ekonomi yang terlalu tinggi.

Sri Mulyani lantas mengutip pernyataan Gubernur Bank Sentral AS Jeremy Powell pada awal pekan ini yang berencana akan terus menaikkan suku bunga sampai inflasi benar-benar dalam jangkauan.

"Momentum pemulihan ekonomi bisa terpengaruh," kata Sri Mulyani.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Sri Mulyani Buka-bukaan Efek Ekstrem Perang Rusia Vs Ukraina


(cha/cha)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading