Internasional

NATO Siagakan Pasukan untuk Hadapi Rusia, Segini Jumlahnya

News - Lucky Leonard Leatemia, CNBC Indonesia
21 March 2022 06:10
CAPTION CORRECTS DATE US Navy sailor of destroyer USS Ross Nicholas Schwab from Breinero, Minnesota, prepares his machine gun during Sea Breeze 2021 maneuvers, in the Black Sea, Wednesday, July 7, 2021.  Ukraine and NATO have conducted Black Sea drills involving dozens of warships in a two-week show of their strong defense ties and capability following a confrontation between Russia's military forces and a British destroyer off Crimea last month. (AP Photo/Efrem Lukatsky)

Jakarta, CNBC Indonesia - Serangan Rusia ke Ukraina telah memicu berbagai respons dari sejumlah negara. Hal ini juga berlaku bagi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) yang telah menyiagakan sejumlah pasukan di perbatasan Ukraina.

Sejak serangan Rusia pada 24 Februari lalu, NATO telah menyiagakan 140.000 tentara di sekitar Ukraina dan memobilisasi berbagai peralatan militer canggih.

Jumlah tentara itu terdiri dari 100.000 tentara Amerika Serikat (AS) yang ditempatkan di Eropa dan 40.000 tentara yang langsung berada di bawah komando NATO.


Mengutip CNBC International, Senin (21/3/2022), pasukan NATO telah dikerahkan ke negara-negara aliansi yang berbatasan langsung dengan Ukraina. Adapun, hingga saat ini belum ada pertempuran langsung yang melibatkan NATO.

Nato yang memiliki lebih dari 140 kapal perang dan 130 pesawat dalam posisi siaga tinggi telah memperingatkan Presiden Rusia Vladimir Putin bahwa setiap serangan ke negara NATO akan dianggap sebagai serangan terhadap NATO secara keseluruhan.

Adapun, Ukraina yang tengah berusaha bergabung dengan NATO sejak 2022 wilayahnya berbatasan langsung dengan empat negara NATO, yakni Polandia, Slovakia, Hungaria, dan Rumania. Polandia saat ini menampung sebagian besar pasukan NATO.

Sebelumnya, NATO diminta turun langsung dalam perang Rusia-Ukraina jika pemerintahan Presiden Vladimir Putin mengerahkan senjata pemusnah massal.

Hal ini diutarakan Estonia, negara NATO di Eropa Timur. Pernyataan langsung diberikan Kepala Angkatan Pertahanan Estonia Letnan Jenderal Martin Herem dalam wawancara dengan CNBC International.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Catat Ya! NATO Tidak akan Mengirimkan Pasukan ke Ukraina


(luc/luc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading