Swasta Siap Ikut Andil Penuhi Komitmen Netral Karbon di 2060

News - Eqqi Syahputra, CNBC Indonesia
17 March 2022 14:10
Muhammad Yusrizki, Koordinator Kadin Net Zero Hub & Ketua Komite Tetap EBT, Bidang ESDM, Kadin Indonesia. (Tangkapan layar youtube PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pihak swasta berkomitmen mendukung langkah pemerintah untuk mengejar net zero emission sampai pada tahun 2060. Oleh karena itu, perusahaan-perusahaan swasta ini akan membangun kepercayaan terhadap investor untuk bisa ikut mencari pendanaan.

Koordinator Kadin Net Zero Hub & Ketua Komite Tetap EBT Bidang ESDM Kadin Indonesia, Muhammad Yurizki menyampaikan, untuk mendukung ini, pihak Kadin sudah membentuk Kadin Zero Hub, yang fungsinya adalah mengajak sebanyak-banyaknya perusahaan swasta melakukan penjaminan atau pledging seperti yang dilakukan oleh pemerintah.

"Oleh karena itu, kita bangun awareness menjadi sebuah komitmen dan aksi nyata. Kita juga ditargetkan untuk ke G20 Summit, 100 perusahaan bisa match, makannya saya berharap ada sektor keuangan juga yang bisa pledge net zero target seperti PT SMI yang sudah lakukan base line," terangnya kepada CNBC Indonesia, Kamis (17/3/2022).


Pihak swasta juga sukup terbantu dengan sikap Pemerintah yakni Kementerian ESDM dan PT PLN (Persero) yang sudah melakukan penghijauan atas Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2021 - 2030.

Dari RUPTL itu tercatat, terdapat 50% lebih pembangkit baru dari energi baru terbarukan yang akan dibangun dalam 10 tahun ke depan.

"Pertanyaannya swasta ngapain? Kalau kebanyakan IPP pasti kita sangat tertarik karena sudah ditunggu-tunggu. Kita bahkan melihat ada satu manufacturing ev panel besar dunia yang hari ini mati. Jadi kira-kira yang menjadi apa yang kita tunggu-tunggu, tidak ada tuh kalau kita bilang tidak ada semangatnya, cuman faktanya kapan nih?" ungkap dia.

Dalam hal mendukung net zero emmision ini tentu tak terlepas juga dari pendanaan yang hijau, Yurizki mengatakan, peluang pendanaan hijau jelas ada, namun memang terdapat standar di dalam aspek pembiayaan.

"Kuncinya tidak boleh ada keraguan lembaga pembiayaan membantu proyek-proyek EBT yang sistem market structure seperti di Indonesia. Tapi menurut saya tidak ada single point of failure, makannya semua stakeholder harus duduk. Presiden berulang kali juga ke Direksi PLN untuk membereskan ini,"

"Kita berharap sudah mulai mengembangkan motode base adjustment untuk bisa melihat EBT ini. Karena ternyata tidak ada bedanya green dan tidak green, sama keluhannya. Kita ada proyek EBT sama bikin gedung tidak ada bedanya," tandas dia.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Simak! Peta Jalan Penurunan Emisi Menuju Netral Karbon 2060


(pgr/pgr)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading