Simak! Peta Jalan Penurunan Emisi Menuju Netral Karbon 2060

News - Pratama Guitarra, CNBC Indonesia
17 January 2022 15:15
Ilustrasi (Photo by Appolinary Kalashnikova on Unsplash)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sudah menyusun road map atau pea jalan pengurangan emisi karbon untuk mencapai net zero emission atau netral karbon di tahun 2026.

Dalam upaya percepatan transisi energi nasional untuk mendukung netral karbon, Direktur Jenderal Energi Baru dan Terbarukan (Dirjen EBTKE) Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana menyampaikan bahwa pihaknya terus memberikan kepastian berusaha untuk sektor EBT.

Salah satunya dengan menerbitkan sejulah aturan yang mendukung program EBT yakni Perpres 98/2021 tentang Nilai Ekonomi Karbon (NEK), kemudian berkenaan dengan Rancangan Perpres Pembelian dari Energi Terbarukan.


"Strateginya Retirement PLTU secara bertahap, percepatan pembangunan EBT terutama pembangkit tenaga Surya dan Angin, pemanfaatan teknologi yang lebih efisien, mendorong penggunaan kendaraan bermotor listrik dan kompor listrik dan penerapan Smart Grid untuk mengatasi VRE (Variable Renewable Energy)," terang Dadan dalam Konfrensi Pers Kinerja sektor EBTKE, Senin (17/1/2022).

Adapun upaya untuk terus menuju netral karbon di tahun 2060 tertuang dalam peta jalan penurunan emisi. Simak!

Penurunan emisi 198 Juta ton CO2 2021 - 2025:

Supply:

- Implementasi PLTS Atap 3,6 GW

- Pembangunan PLT EBT kapasitas 10,6 GW

  • - Gasifikasi pembangkit gas 1,7 GW
  • - Take out PLTU 8,8 GW pada RUPTL
  • - Konversi PLTD ke Pembangkit EBT
  • - PLTGU 0,8 GW sebagai pengganti PLTU

Demand

- Penurunan impor LPG dengan kompor Induksi untuk 8,2 juta RT.

- Kendaraan listrik 400 ribu mobil dan 1,7 juta motor Jargas untuk 8,2 juta rumah

- Mobil BBV 100 ribu

- Penerapan Manajemen Energi dan SKEM

Penurunan emisi 314 Juta ton CO2 2026 - 2030:

Supply:

- Pembangunan PLT EBT 10,3 GW pengganti PLTU

Demand:

- Penurunan impor LPG dengan kompor Induksi untuk 18,2 juta RT.

- Kendaraan Listrik 2 jt mobil dan 13 juta motor

- Jargas untuk 10 juta rumah

- Mobil BBG 300 ribu

- Pemanfatan DME substitusi LPG untuk 20,4 juta RT

- Penerapan Manajemen Energi dan SKEM

Penurunan emisi 475 Juta ton CO2 2031 - 2035

Supply:

- Tidak ada penambahan pembangkit fosil

- Tidak ada PLTD lagi

- Retirement PLTU 6 GW*)

- Pembangunan Pembangkit EBT: PLTS 99 GW, Hydro 3,1 GW, Bioenergi 3,1 GW dan PLTP 5,6 GW • Pemanfaatan Hidrogen 328 MW

- Penggunaan Baterai 7 GW

Demand:

- Pengunaan kompor induksi untuk 28,2 juta RT

- Kendaraaran Listrik 5,7 juta mobil dan 46,3 juta motor

- Jargas untuk 15,3 juta rumah

- Mobil BBG 800 ribu

Penurunan emisi 796 Juta ton CO2 2036 - 2040

Supply:

- Retirement PLTU 3 GW*

- Pembangunan Pembangkit EBT: PLTS 68,5 GW, PLTB 9,4 GW, Hydro 3,7 GW,

- Bioenergi 7,8 GW, dan PLTP 1 GW • Pemanfaatan Hidrogen 332 MW

- Penggunaan Baterai 46 GW

Demand:

- Penggunaan kompor induksi untuk 38,2 juta RT

- Kendaraan listri 12,3 juta mobil dan 105 juta motor

- Jargas untuk 20,3 juta rumah

- Mobil BBG 2 juta

Penurunan emisi 956 Juta ton CO2 2041 - 2050

Supply:

- Retirement PLTU 31 GW*)

- Pembangunan Pembangkit EBT: PLTS 180,2 GW, PLTB 17,5 GW, Hydro 13,7 GW, Bioenergi 23 GW, PLTP 3 GW, PLTAL 1,3 GW dan Nuklir 5 GW

- Pemanfaatan Hidrogen 9 GW

- Penggunaan Baterai 151 GW

Demand:

- Penggunaan kompor Induksi untuk 48,2 juta RT.

- Kendaraan listrik 38,2 juta mobil dan 205 juta motor

- Jargas untuk 23,4 juta rumah.

- Mobil BBG 2,8 juta

Penurunan emisi 1.526 juta ton CO2 2051 - 2060

Supply:

- Retirement PLTU 8 GW*)

- Retirement PLTGU 8 GW

- Pembangunan Pembangkit EBT: 8,2 GW, PLTB 11,6 GW, Hydro 37,9 GW, Bioenergi 2,1 GW, PLTP 3 GW, PLTAL 12,1 GW dan Nuklir 30 GW

- Pemanfaatan Hidrogen 52 GW

- Penggunaan Baterai 140 GW

Demand:

- Penggunaan kompor Induksi untuk 58 juta RT.

- Kendaraan listrik 69,6 juta mobil dan 229 juta motor

- Jargas untuk 23,9 juta rumah


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bank Dunia: Penggunaan EBT Indonesia Tertinggal


(pgr/pgr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading