Harga Sembako Melonjak, DPR: Tambahkan Anggaran Bansos Rp25 T

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
14 March 2022 21:21
Pekerja menuang minyak curah milik Tah Lan di pasar Pondok Labu, Jakarta, Rabu, 26/1. Setelah seminggu diberlakukannya kebijakan satu harga, yakni minyak goreng berbanderol Rp 14 ribu per liter, ternyata penyesuaian harga tersebut belum terjadi di pasar tradisional. Satu di antaranya Pasar Jaya Pondok Labu, Jakarta.

Berdasarkan pantauan CNBC Indonesia, Rabu (26/1/2022), harga minyak curah di Pasar Jaya Pondok Labu masih dipatok harga Rp 21 ribu per liternya dan minyak kemasan seharga Rp 20.000 per liter. 

Tah Lan, seorang pedagang warung sembako di Pasar Pondok Labu ini menilai kebijakan pemerintah dengan memberikan subsidi harga minyak sudah bagus.

Jakarta, CNBC Indonesia - Menjelang bulan Ramadan pada April mendatang, sejumlah harga bahan pokok kini sudah mengalami kenaikan. Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (Banggar DPR) mengusulkan agar pemerintah segera menambah anggaran perlindungan sosial (Perlinsos) 2022 sebesar Rp 20 triliun hingga Rp 25 triliun, sehingga bisa mengurangi beban rakyat.

Seperti diketahui, dilihat dari situs Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PHIPS), secara rata-rata di pasar tradisional seluruh provinsi yang mengalami kenaikan harga yakni cabai merah besar, cabai merah keriting, cabai rawit hijau hingga cabai rawit merah, dengan harga rentang Rp 48.250 per kg hingga Rpp 72.450 per kg.

Kebutuhan bahan pokok lainnya yang mengalami kenaikan yakni gula pasir kualitas premium, gula pasir lokal dengan harga saat ini berkisar Rp 14.250 per kg hingga Rp 15.500 per kg.


Ketua Banggar DPR Said Abdullah mengungkapkan, bagi sebagian besar masyarakat Indonesia yang perekonomiannya belum pulih, kenaikan harga bahan kebutuhan pokok saat ini tentu akan membuat mereka 'terengah-engah' memenuhi kebutuhan hidupnya.

"Maka saya mengimbau kepada pemerintah untuk melakukan penebalan terhadap perlindungan sosial (perlinsos)," jelas Said kepada CNBC Indonesia, Senin (14/3/2022).

Penebalan terhadap perlindungan sosial yang dimaksud Said adalah agar pemerintah menambah anggaran, mulai untuk Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), hingga Kartu Prakerja.

"Itu penting agar daya beli masyarakat terjaga. Maka segera lakukan penebalan, tambah anggaran perlinsos, tambah saja Rp 20 triliun hingga Rp 25 triliun. Ini harus segera dan penting. Karena kita akan masuk bulan puasa sebentar lagi," kata Said melanjutkan.

Sebagai gambaran, Menteri Keuangan Sri Mulyani menganggarkan Rp 455,62 triliun untuk program Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2022.

Anggaran PEN disederhanakan menjadi tiga kelompok yakni kesehatan, perlindungan masyarakat, dan penguatan pemulihan ekonomi.

Kelompok pertama yaitu penanganan kesehatan mendapat alokasi anggaran Rp 122,54 triliun. Anggaran tersebut akan digunakan untuk lanjutan program vaksinasi, perawatan pasien Covid-19, insentif tenaga kesehatan, insentif perpajakan, dan penanganan Covid-19 di daerah.

Kelompok kedua yaitu perlindungan masyarakat sebesar Rp 154,76 triliun. Anggaran ini akan digunakan untuk lanjutan program bansos (PKH, sembako), Kartu Pra Kerja, BLT Desa, Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP), dan antisipasi perluasan perlinsos.

Sedangkan kategori ketiga Rp 178,32 triliun adalah untuk pemulihan ekonomi seperti program padat karya untuk pariwisata danĀ ekonomi kreatif (parekraf), ketahanan pangan, pengembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), serta pembangunan kawasan industri, mendukung UMKM dan juga untuk menanam modal negara untuk BUMN pada berbagai proyek strategis nasional.

Kendati demikian, menurut Sri Mulyani alokasi anggaran PEN 2022 tersebut masih mungkin berubah.

"Tentu kita bisa saja nanti akan melakukan adjustment atau perubahan apabila suasana dan dinamika pemulihan ekonomi kita juga mengalami perubahan," katanya dalam Pers Konferensi APBN Kita, edisi Januari 2022 lalu.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Pengumuman! Akhir Tahun Cair Lagi Bansos Sembako Rp 300 Ribu


(wia)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading