Jangan Sepelekan Lonjakan Minyak, Banggar: Siapkan Skenario!

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
14 March 2022 18:10
Pengapalan ke-700, Sinergi Anak Usaha Pertamina Angkut Produksi Minyak Mentah Blok Cepu. (Dok. Pertamina)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (Banggar DPR) mengimbau kepada pemerintah untuk segera merespon kenaikan harga minyak dunia dengan menyiapkan skenario, baik dari ringan, sedang, hingga berat.

Ketua Banggar DPR Said Abdullah menjelaskan, kenaikan harga minyak dunia akan menekan subsidi energi dalam APBN 2022. Hingga Kuartal I-2022 memang, pengaruhnya terhadap APBN belum signifikan karena tertolong oleh naiknya harga komoditas seperti batubara, nikel, dan CPO terhadap penerimaan negara.

Di sisi lain, banyak juga anggaran yang harus dikeluarkan pemerintah, mengingat Indonesia sebagai negara net importir minyak.


"Kami yakin day to day, harga minyak dunia fluktuatif. Maka pemerintah kami minta agar membuat skenario ringan, sedang, hingga berat. Jika sudah dibuat skenarionya, rumuskan kebijakannya dan intervensinya seperti apa," ujar Said kepada CNBC Indonesia, Senin (14/3/2022).

Said memprediksi dengan melihat tren kenaikan harga minyak mentah dunia ini, maka kemungkinan harga minyak dunia akan menemukan titik keseimbangan pada harga US$ 80 per barel pada Kuartal II-2022.

Kendati demikian, Said meyakini bahwa sepanjang sejarah Indonesia melewati berbagai tantangan fiskal seperti di tahun-tahun sebelumnya, kali ini pemerintah juga mampu memitigasi risiko dari dampak kenaikan harga minyak dunia.

"Maka memasuki pada Kuartal II, yang memang perlu pemerintah membuat mitigasi risiko ke fiskal kita. Karena kita net importir. [...] Kami yakin pemerintah punya mitigasi itu dan walaupun mungkin sekarang sedang proses di internal sebelum dipublikasikan," tuturnya.

Sebelumnya, Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro BKF Kemenkeu, Abdurrohman mengatakan sampai saat ini pihaknya masih melakukan assesment dan monitoring harga energi, untuk melihat risikonya dan mengambil langkah-langkah untuk mengantisipasinya.

"Jadi dari sisi pemerintah, sedang melakukan  dan melihat berbagai risiko yang jadi skenario yang memang kami coba lihat," tutur Abdurrohman.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Jika Subsidi LPG 3 kg Diubah, Masyarakat Terima Duit Berapa?


(pgr/pgr)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading