Internasional

Di Atas Ekspektasi! Inflasi AS Sentuh 7,9% di Februari 2022

News - Lucky Leonard Leatemia, CNBC Indonesia
10 March 2022 21:32
People walk on Wall Street in front of the New York Stock Exchange (NYSE) in New York, U.S., February 6, 2018. REUTERS/Brendan McDermid

Jakarta, CNBC Indonesia - Inflasi Amerika Serikat (AS) pada Februari 2022 bergerak makin liar dan tercatat sebesar 7,9% atau yang tertinggi dalam lebih dari 40 tahun terakhir.

Kondisi itu menjadi buntut perang yang terjadi di Ukraina. Serangan Rusia pada negara tersebut telah menimbulkan kekhawatiran pasokan sejumlah komoditas sehingga meningkatkan harga pangan dan energi secara signifikan.

Untuk inflasi secara bulanan, berdasarkan data Biro Statistik Ketenagakerjaan AS sebagaimana dikutip CNBC International, Kamis (10/3/2022), tercatat sebesar 0,8%.


Laju inflasi baik secara tahunan maupun bulanan itu pun praktis di atas ekspektasi para ekonom yang disurvei Dow Jones yang memperkirakan inflasi Februari 2022 sebesar 7,8% secara tahunan dan 0,7% secara bulanan.

Harga pangan dan makanan rumah naik masing-masing 1% dan 1,4% pada Februari 2022 sekaligus menjadi yang tertinggi sejak April 2020 kala pandemi Covid-19 baru berkembang. Adapun, harga energi melonjak 3,5%.

Sementara itu, inflasi inti yang tidak termasuk harga pangan dan energi yang bergejolak, tercatat naik 6,4%. Laju ini pun menjadi yang tertinggi sejak Agustus 1982. Secara bulanan, inflasi inti naik 0,5%.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Lebih Ngeri Dari Perang, Musuh Baru Ini Gentayangan di AS


(luc/luc)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading