Hore Bocil Sudah Boleh Naik KRL, Tapi Ada Syaratnya Nih..

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
09 March 2022 12:11
Sejumlah stasiun kereta rel listrik (KRL) Commuter Line tampak ramai dengan penumpang seiring penerapan 100 persen kapasitas dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2 di Jakarta. Berdasarkan pantauan CNBC Indonesia.com, Rabu (5/12) pukul 18.00 WIB, KRL jurusan TNn Abang-Serpong maupun Tn Abang-Bogor terisi hampir penuh ketika tiba di Stasiun Tn Abang. Dengan kapasitas gerbong yang kini dapat menampung hingga 100 persen, warga tampak berdiri berdesakan saat menunggu kereta. Pengguna KRL sulit menjaga. Beberapa calon penumpang yang mendapati KRL yang datang sudah penuh, tampak ragu-ragu untuk naik. Sebagian akhirnya memutuskan menunggu kereta berikutnya. Seperti diketahui Jakarta PPKM level 2 berlaku mulai hari ini (4/1). Pemerintah kembali memperpanjang aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa Bali selama 2 pekan. (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - KAI Commuter mengeluarkan aturan terbaru untuk menindaklanjuti Surat Edaran Kementerian Perhubungan Nomor 25 Tahun 2022 tentang aturan perjalanan moda kereta api dalam masa pandemi Covid - 19. Kini balita sudah diperbolehkan naik KRL.

"Sebelumnya anak usia di bawah lima tahun atau balita belum diizinkan menggunakan KRL. Kini sudah dapat kembali naik KRL dengan syarat didampingi orang tua dan mengikuti protokol kesehatan dengan ketat serta menggunakan KRL di luar jam sibuk," kata VP KAI Commuter Anne Purba dalam keterangan resmi, Rabu (9/3/2022).


Anne mengimbau masyarakat untuk tetap mengutamakan kesehatan anak terutama yang belum tervaksin. Serta harus menghindari mobilitas kecuali untuk urusan penting maupun mendesak.

Tidak hanya memperbolehkan anak balita, namun KAI Commuter juga sudah mencabut tanda X sebagai jarak tempat duduk di dalam kereta. Sehingga saat ini larangan duduk berjarak tidak lagi berlaku.

Namun untu marka untuk membuat jarak untuk penumpang yang berdiri masih terpasang, sesuai arahan surat edaran dari Kementerian Perhubungan.

"KAI telah mencabut dan membersihkan tempat duduk di KRL dari marka jaga jarak, yang sebelumnya ada. KAI mengajak pengguna untuk disiplin mengikuti marka berdiri. Marka berdiri tetap berlaku sejalan dengan pembatasan kapasitas dalam SE Kemenhub," kata Anne.

Selain itu Anne juga meminta pelaku perjalanan komuter untuk tetap mengikuti protokol kesehatan seperti penggunaan masker, menjaga jarak, mencuci tangan, hingga tidak boleh mengobrol di dalam gerbong kereta.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kapan Tarif KRL Naik Jadi Rp5.000?


(cha/cha)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading