Eropa Mulai Lirik LNG, Indonesia Bakal Diuntungkan?

News - Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
08 March 2022 20:50
Kapal lng aquarius, Heu Hidayat (Ist)

Jakarta, CNBC Indonesia - Eropa terjepit karena aliran gas dari Rusia sebagai sumber energi terancam terhenti. Belum lagi harga gas yang meroket dan mencapai harga tertinggi sepanjang masa.

Akibat konflik dengan Ukraina, Rusia terancam didepak dari sistem keuangan dunia. Hal ini membuat perdagangan dengan Rusia akan terganggu. Termasuk untuk urusan perdagangan energi.

Pada tahun 2020, gas Rusia yang mengalir ke Eropa mencapai 167,7 miliar meter kubik. Jumlah ini setara 37,5% total impor gas alam Eropa, menurut BP Statistics.


Perlu diketahui, gas alam memasok 20% listrik Eropa pada tahun 2020. Sehingga peran gas sebagai sumber energi cukup vital bagi Eropa.

Di sisi lain, harga gas Eropa mencapai Euro 234/Mwh. Ini merupakan pertama kalinya sepanjang sejarah harga gas Eropa acuan Belanda berada di atas Euro 200/Mwh. Sekaligus mencatat kenaikan 1.294,4% dibandingkan harga tahun lalu (year-on-year/yoy).

Untuk mengantisipasi pasokan yang kosong dari Rusia, Eropa bisa beralih ke gas alam cair (LNG).

"Impor LNG Eropa mencapai rekor tertinggi pada Januari 2022 dan dapat terus meningkat jika pasokan gas pipa Rusia turun, atau bahkan berhenti sama sekali," kata Ed Cox, Kepala LNG Global di ICIS.

Impor LNG terus meningkat sejak akhir 2021 bertepatan dengan harga gas alam yang waktu itu meroket. Hingga pada tahun 2022 impor LNG mencapai rekor tertinggi sebesar 9,53 juta ton pada tahun 2022. Sementara porsi LNG terhadap gas di Eropa mencapai 35%.

Amerika Serikat dan Qatar adalah pemasok LNG terbesar di Eropa pada tahun 2021. Pangsa pasar keduanya masing-masing sebesar 27% dan 24%. Kemudian di posisi tiga ada Rusia dengan pangsa pasar 19% dari total pasokan LNG Eropa. Selanjutnya berturut-turut ada Aljazair (10%), Nigeria (13%), dan negara lain (7%) yang kebanyakan dari kawasan Afrika.

Untuk mengatasi kelangkaan, Eropa membeli pasokan dari AS. Eropa sendiri telah menjadi pembeli utama LNG AS di tengah penurunan produksi gas alam, pasokan pipa yang terbatas, dan permintaan bahan bakar yang melonjak.

Sanksi terhadap Rusia atas aksinya ke Ukraina akan mengarah pada seruan lebih lanjut untuk LNG AS, kata para analis.

Meskipun impor LNG Eropa meningkat, Indonesia tidak ambil bagian. Indonesia sendiri menempati posisi ketujuh eksportir LNG terbesar di dunia dengan jumlah 16,8 meter kubik pada tahun 2020, berdasarkan data BP Statistic.

Tampaknya Indonesia masih gear menjual LNG ke pasar Asia. Pasar Asia sangat potensial karena sebagai importir LNG terbesar di dunia.

China menjadi pembeli terbesar dengan ekspor mencapai 7,4 miliar meter kubik. Setelah China ada Korea Selatan dan Jepang men jadi pembeli terbesar LNG di Indonesia dengan jumlah 3,7 miliar dan 3 miliar meter kubik pada tahun 2020.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Lagi, Ada Negara Tetangga RI Terancam Krisis Gas!


(ras/ras)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading