Internasional

Tegas! Selandia Baru Bekukan Aset Rusia dan Orang Dekat Putin

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
07 March 2022 18:30
New Zealand Prime Minister Jacinda Ardern arrives at a press conference following the Auckland supermarket terror attack at parliament in Wellington, New Zealand, Friday, Sept. 3, 2021. New Zealand authorities say they shot and killed a violent extremist after he entered a supermarket and stabbed and injured six shoppers. Ardern described Friday's incident as a terror attack. (Robert Kitchin/Pool Photo via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Beberapa negara Asia Pasifik mulai menambah sanksi kepada Rusia. Terbaru, langkah sanksi ini kembali diperbarui Selandia Baru dan Korea Selatan (Korsel).

Mengutip Al Jazeera, Senin (7/3/2022), Perdana Menteri (PM) Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan sanksi akan memberi negara itu kemampuan untuk membekukan aset milik Pemerintah Rusia dan juga menyita aset milik individu yang dekat dengan Presiden Vladimir Putin di negara itu. Ia juga merilis daftar 100 orang yang dilarang bepergian ke Selandia Baru.

Ardern menjelaskan pembaruan sikap negaranya ini dilakukan mengingat Dewan Keamanan PBB tidak berhasil menelurkan resolusi serangan Moskow ke Ukraina. Saat itu resolusi tersebut tidak lolos akibat veto yang diambil Rusia.


"Pada akhirnya jika kami memiliki dewan keamanan yang lebih fungsional, kami tidak akan menghadapi masalah ini sejak awal," kata Ardern.

Sementara itu, Korea Selatan (Korsel) telah memutuskan untuk memutuskan transaksi dengan bank sentral Rusia dan melumpuhkan aset apa pun yang dipegang oleh bank dalam mata uang won. Ini merupakan peningkatan tekanan setelah sebelumnya Seoul hanya menjatuhkan sanksi larangan ekspor alat strategis.

"Kementerian keuangan Korsel akan merilis rincian lebih lanjut, termasuk ruang lingkup sanksi lebih lanjut yang akan sejalan dengan sanksi keuangan AS," ujar salah satu pejabat kementerian negara itu.

Sebelumnya beberapa negara Asia Pasifik lainnya yang telah menjatuhkan sanksi tegas adalah Jepang, Singapura, dan Australia. Sanksi tersebut seperti larangan ekspor dan impor hingga pembekuan aset keuangan milik individu yang dekat dengan Putin.

Meski dibombardir sanksi, serangan militer Rusia ke Ukraina terus dilanjutkan. Lokasi pertempuran sengit dilaporkan terjadi di beberapa titik seperti Chernihiv, Kharkiv, dan juga wilayah sekitar ibu kota Kyiv. Namun belum ada laporan bahwa pasukan Kremlin sudah bisa memasuki kota pusat pemerintahan Ukraina itu. 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Diam-diam, Raksasa Migas Shell Beli Minyak dari Rusia


(tps/tps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading