Internasional

Diam-diam, Raksasa Migas Shell Beli Minyak dari Rusia

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
07 March 2022 14:40
Shell

Jakarta, CNBC Indonesia - Raksasa energi asal Inggris-Belanda, Shell, memutuskan untuk membeli minyak Rusia pascasanksi Barat terhadap negara itu akibat serangan ke Ukraina. 

Dalam akun Twitter Shell, Minggu (6/3/2022), perusahaan itu menyebut bahwa pembelian ini tidak melanggar sanksi yang dijatuhkan terhadap Moskow. Perusahaan itu juga menyebut telah membeli minyak dengan harga murah dan keuntungan dari bisnis minyak itu akan digunakan untuk bantuan kemanusiaan ke Ukraina.

"Kami telah melakukan pembicaraan intensif dengan pemerintah dan terus mengikuti panduan mereka seputar masalah keamanan pasokan ini, dan sangat sadar bahwa kami harus menavigasi dilema ini dengan sangat hati-hati," ujar Shell sebagaimana dikutip CNBC International.


Shell juga mengatakan bahwa langkah ini harus diambil untuk memastikan suplai pasukan energi dan bahan bakar dunia dapat tercukupi. Bahkan, perusahaan itu juga menyebut akan ada ancaman energi yang besar bagi Eropa jika pembelian ini tak dilakukan.

"Kami akan terus memilih alternatif untuk minyak Rusia sedapat mungkin, tetapi ini tidak dapat terjadi dalam semalam karena betapa pentingnya Rusia bagi pasokan global."

Hal ini pun membuat Ukraina meradang. Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba menyebut ini merupakan bukti inkonsistensi perusahaan Barat dalam mendukung negaranya melawan serangan Rusia. Kuleba juga memperingatkan beberapa perusahaan minyak besar dapat menemukan diri mereka berada di sisi sejarah yang salah.

"Satu pertanyaan untuk Shell: bukankah minyak Rusia berbau darah Ukraina untuk Anda?," tulis Kuleba mengatakan dalam sebuah cuitan Twitter.

Shell mengatakan awal pekan ini bahwa mereka bermaksud untuk keluar dari usaha patungannya dengan raksasa gas Rusia Gazprom dan entitas terkaitnya. Ini untuk mematuhi sanksi Barat yang dijatuhkan terkait Ukraina.

Sementara itu eskalasi antara Ukraina dan Rusia terus berlanjut. Memasuki hampir dua minggu serangan Rusia ke Ukraina, pasukan yang dikirimkan Kremlin disebutkan sudah menguasai beberapa wilayah strategis dan mendekati ibukota Kyiv. Meski begitu, pasukan pimpinan Presiden Vladimir Putin itu masih mendapatkan perlawanan sengit dari militer Ukraina.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Dampak Sanksi Ekonomi ke Rusia Mulai Terasa, Ini Buktinya!


(tps/tps)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading