Internasional

Perang Minggir Dulu, Arab Saudi Sebut Israel Sekutu Potensial

News - sef, CNBC Indonesia
04 March 2022 06:22
In this photo provided by the Saudi Royal Palace, Saudi Crown Prince Mohammed bin Salman speaks during the Green Initiative Summit in Riyadh, Saudi Arabia, Monday, Oct. 25, 2021. (Bandar Aljaloud/Saudi Royal Palace via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman menyebut Israel sebagai "sekutu potensial". Ia bahkan mengatakan tak melihat negeri Yahudi itu sebagai musuh.

Pernyataan ini terungkap dalam wawancara yang dimuat The Atlantic, mengutip transkrip yang dikeluarkan media Arab Saudi, Saudi Press Agency (SPA), Kamis (3/3/2022). Hal ini juga dimuat AFP.


"Bagi kami, kami berharap konflik antara Israel dan Palestina diselesaikan," kata pemimpin de facto Saudi itu.

"Kami tidak melihat Israel sebagai musuh. Kami melihat mereka sebagai sekutu potensial, dengan banyak kepentingan yang dapat kami kejar bersama... Tetapi kami harus menyelesaikan beberapa masalah sebelum mencapai itu."

Arab Saudi selama ini tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Dalam inisiatif damai yang diusulkan tahun 2002, Arab Saudi meminta Israel menghentikan pendudukannya di Palestina dan mengakui kedaulatan dengan ibu kota di Yerusalem Timur.

Namun, di 2020, Arab Saudi telah mengizinkan pesawat komersial Israel melewati wilayah udaranya. Ini seiring dibukanya hubungan diplomatik antara sejumlah negara Arab, Bahrain dan Uni Emirat Arab (UEA), melalui "Kesepakatan Abraham" di era Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Hal itu mengundang kecaman dari Palestina. Presiden Mahmoud Abbas menyebutnya bagai "menusuk Palestina dari belakang".

Dalam kesempatan yang sama, putra Raja Salman itu juga mengungkapkan bagaimana hubungan Arab Saudi dengan Iran ke depan. Kedua negara diketahui tidak akur dan berebut pengaruh di kawasan.

"Mereka (Iran) adalah tetangga. Tetangga selamanya. Kita tidak bisa menyingkirkan mereka, dan mereka tidak bisa menyingkirkan kita," kata sang pangeran tentang Iran.

"Jadi lebih baik bagi kedua belah pihak untuk menyelesaikannya dan mencari cara agar bisa hidup berdampingan ... Mudah-mudahan, kami dapat mencapai posisi yang baik bagi kedua negara dan menciptakan masa depan yang lebih cerah bagi negara ini dan Iran."

Arab Saudi sendiri memang tengah gencar melakukan pembicaraan perdamaian dengan Iran, dalam setahun ini. Hal ini dimediasi Irak.

Sebelumnya di Desember 2021, kesiapan menormalisasi hubungan dengan Israel sempat dikatakan Abdallah Al-Mouallimi, perwakilan tetap negara itu untuk PBB. Dalam sebuah wawancara yang dimuat Arab News, Mouallimi mengatakan bahwa sesungguhnya Riyadh sangat siap dalam membangun hubungan.

"Posisi resmi dan terbaru Arab Saudi adalah bahwa kami siap untuk menormalkan hubungan dengan Israel, segera setelah Israel menerapkan elemen inisiatif perdamaian Arab Saudi yang dipresentasikan pada tahun 2002," kata Al-Mouallimi.

Ia bahkan menyebut bila syarat dipenuhi oleh Tel Aviv, dukungan tidak akan hanya muncul dari Arab Saudi. Namun juga dari 57 negara dari Organisasi Kerjasama Islam (OKI).

"Waktu tidak berubah benar atau salah. Pendudukan Israel atas wilayah Palestina adalah salah tidak peduli berapa lama itu berlangsung," tambah diplomat itu.

November 2021, media Israel melaporkan bahwa delegasi dari sekitar 20 pemimpin Yahudi Amerika telah mengunjungi Arab Saudi dan bertemu dengan pejabat senior di sana. Hal ini sempat mengundang tanda tanya mengenai kerja sama kedua negara.

Israel menduduki Yerusalem Timur selama perang Arab-Israel tahun 1967 dan mencaplok seluruh kota pada tahun 1980. Meski begitu, langkah ini tidak mendapatkan persetujuan luas dari pihak internasional.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Geger Penampilan Penari Seksi yang Bikin Heboh di Arab Saudi


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading