Tepat 2 Tahun Covid di RI, Ini 2 Sektor Paling Remuk

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
02 March 2022 12:45
Presiden Joko Widodo membagikan bantuan langsung tunai bagi para pedagang kaki lima dan warung di Pasar Porsea, Kabupaten Toba, Provinsi Sumatera Utara, pada Rabu, 2 Februari 2022. Bantuan sebesar Rp1,2 juta per orang tersebut diharapkan bisa membantu meringankan beban para pedagang yang terdampak pandemi Covid-19. (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Hari ini, (2/3/22) Covid-19 tepat sudah dua tahun di Indonesia. Ya, Presiden Joko Widodo mengumumkan kasus pertama yang terdeteksi pemerintah pada 3 Maret 2020. Sejak saat itu, pandemi telah membuat dunia usaha terseok-seok, banyak yang akhirnya gulung tikar.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani mengungkapkan bahwa banyak pelaku usaha yang kesulitan bangkit, sebagian besar kehabisan modal dan memiliki tanggungan hutang ke pihak ketiga. Mereka umumnya berasal dari sektor-sektor yang paling terdampak.

"Yang utama adalah pariwisata, itu paling kena. Kemudian transportasi udara dan laut yang terkait logistik, kemudian UMKM (Usaha Mikro Kelas Menengah) terkait pariwisata juga sangat terpukul, misalnya yang menyuplai ke hotel-hotel," katanya kepada CNBC Indonesia, Rabu (2/3/22).


Pariwisata menjadi sektor yang paling terkena dampak pandemi. Terhambatnya mobilitas masyarakat menjadi faktor utama kenapa sektor ini sulit bangkit. Salah satunya terlihat ketika momen liburan tiba, secara tiba-tiba pemerintah mengetatkan aturan perjalanan.

Infografis: RI Pulih dari Pandemi Covid, Kini Setara AS dan China!Foto: Infografis/RI Pulih dari Pandemi Covid, Kini Setara AS dan China!/Arie Pratama
Infografis: RI Pulih dari Pandemi Covid, Kini Setara AS dan China!

Akibatnya hotel-hotel yang sudah menerima banyak pemesanan langsung menelan pil pahit, banyak pengunjung yang membatalkan pesanan. Okupansi pun langsung anjlok, begitu pula dampaknya terhadap UMKM yang menyediakan suplai bahan baku makanan hingga kerajinan tangan.

"Sebenarnya kemarin kalau nggak ada Omicron, setelah Delta ya, itu trennya sudah lumayan bagus. Karena masyarakat sudah lebih bisa beradaptasi, tapi ini kan tiba-tiba naik lagi," ujar Hariyadi yang juga Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia itu.

Kondisi serupa juga terjadi pada sektor logistik, dimana terjadi kenaikan harga ongkos berkali-kali lipat, yakni tarif ocean freight melonjak 10 kali lipat. Minimnya ruang kapal untuk pengiriman kontainer menjadi penyebab utama.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kasus Covid di AS 'Meledak' Lagi, Varian Omicron Mendominasi


(dce/dce)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading